Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya.

01 Agustus 2009

Kemana Harga Emas Akan Berayun ..??

Harga emas dalam jangka panjang, satu tahun atau lebih berdasarkan statistik memiliki trend naik – yang semakin panjang waktunya semakin jelas pula trend-nya. Namun kenaikan ini tidak mengikuti jalan lurus, melainkan berayun seperti berayunnya bandul pada jam dinding.

Berayunnya harga emas di pasar dunia terjadi karena mekanisme pasar secara umum. Diperkirakan dari sekitar 170,000 ton emas dunia; 17 %-nya (28,900 ton) dipakai untuk investasi dan sekitar 18 % (30,600 ton) untuk cadangan emas bank sentral, sisanya untuk perhiasan, industri dlsb. Emas untuk investasi yang sekitar 28,900 ton tersebutlah yang utamanya menggerakkan ayunan harga emas ini.

Ketika harga emas tinggi, investor emas yang ingin mengambil untung (profit taking) melepas emasnya; karena ini dilakukan serentak oleh sejumlah besar investor – maka harga terdorong turun (berayun turun) sampai suatu titik yang dipersepsikan sebagai titik terendah.

Ketika harga dianggap terlalu rendah, investor membeli emas kembali secara berame-rame yang otomatis mendorong harga emas naik. Karena bersamaan dengan gerakan ayunan mekanisme pasar ini uang yang dipakai membeli emas nilainya turun (mengalami inflasi), maka ayunan keatas akan mencapai titik yang lebih tinggi dari titik tertinggi sebelumnya.

Fenomena ini dapat dijelaskan dengan dua grafik di tulisan ini; grafik pertama dihasilkan dengan membandingkan harga emas sekarang dengan bulan lalu (monthly); harga sekarang dengan enam bulan lalu (half yearly) dan harga sekarang dengan tahun lalu (yearly). Hal yang sama dilakukan setiap bulan selama 10 tahun terakhir (120 bulan). Hasilnya bisa kita lihat bahwa perbandingan bulanan lebih sering berayun dari angka positif ke negatif dan sebaliknya, dibandingkan dengan tengah tahunan apalagi tahunan.

Dari 120 bulan terakhir yang dijadikan sample; perubahan bulanan menunjukkan 38 bulan (32 %) di angka negatif sedangkan sisanya 82 bulan (68 %) berada di angka positif. Untuk periode perubahan semester-an, hanya 22 bulan (18 %) dari 120 bulan yang negatif – sisanya 98 bulan (82 %) berayun di angka positif. Untuk periode perubahan tahunan lebih jelas lagi, hanya 5 bulan (4 %) dari 120 bulan yang berada di area ayunan negatif – sisanya 115 bulan (96 %) berada di angka positif.

Apa maknanya angka-angka ini ? bila Anda membeli emas sekarang dan menjualnya di bulan depan, maka secara statistik peluang untung Anda adalah 68 %, peluang ruginya 32%. Bila Anda jual enam bulan yang akan datang peluang untungnya adalah 82 % dan peluang ruginya 18%, dan bila dijual 1 tahun yang akan datang maka peluang untungnya adalah 96% dan peluang ruginya 4%. Ini adalah dengan catatan biaya modal atau cost of fund Anda adalah nol, atau uang yang Anda investasikan adalah uang sendiri. Bila uang yang Anda investasikan adalah dari hutang atau gadai, lain lagi ceritanya.

Selain dari faktor peluang rata-rata ini, faktor waktu juga menjadi sangat penting. Ketika bandul jam berada pada suatu ujung, maka dia akan otomatis balik berayun kearah sebaliknya menuju ujung yang lain. Perhatikan kembali dengan teliti grafik diatas khususnya pada garis bulanan yang berwarna kuning, dalam sepuluh tahun terakhir ujung paling rendah hampir selalu berkisar pada bulan juni tahun yang bersangkutan. Ini terkait dengan tulisan saya dengan judul "musim membeli emas", sekarang kita sudah berada pada bulan Agustus – dan bandul jam dinding sudah mulai berayun balik dari titik terendah menuju titik tertinggi berikutnya – inilah waktu-waktu yang paling baik untuk membeli emas/Dinar setidaknya berdasarkan perjalanan statistik 10 tahun terakhir.

Well, sekali lagi saya tidak bermaksud meramalkan masa depan karena hanya Allah-lah yang tahu ilmu masa depan itu. Saya hanya mengolah fenomena statistik, dan berusaha memahami bagaimana mekanisme pasar mempengaruhi ayunan harga emas dari waktu ke waktu. Saya bisa saja salah dalam memahami hal ini, karena banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga emas yang tidak semuanya bisa diolah / dipahami dari angka-angka statistik.

Oleh karenanya pendapat atau analisa saya tidak harus diikuti, bahkan saya tidak bertanggung jawab bila ada yang rugi karena mengikuti pendapat/analisa saya – sebagaimana saya tidak minta bagian apabila ada yang untung besar dari pemanfaatan hasil analisa ini … Wa Allahu A’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan masukkan komentar dan pertanyaan anda disini

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.