Sekilas Info

TELAH TERSEDIA !!!!

H4S (Herbal 4 Sunnah
)

Herbal kombinasi 4 tanaman obat terbaik dunia yaitu Habbatussauda (dengan kandungan Nigellone 27,5 %), Zaitun, VCO (Virgin Coconut Oil) dan Buah Merah dari Papua.

Harga Rp 75.000 isi 60 kapsul.

DINAR Emas memiliki 3 fungsi : Sebagai alat tukar, timbangan yang adil dan perlindungan Nilai. Dinar Emas untuk membangun ketahanan ekonomi dan memakmurkan ummat, tetapi tidak untuk ditimbun

Dasar/Hadits Diperbolehkannya Perdagangan Dinar (Emas)

Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi Muhammad SAW bersabda : “ (Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai ”

Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya. Dinar dan Dirham saat ini belum diakui secara resmi oleh Pemerintah sebagai alat tukar, sehingga pengenalan kembali Dinar dan Dirham di kalangan umat, digunakan pendekatan sebagai bentuk investasi/tabungan dan pelindung aset/harta umat. Dinar sebagai mata uang yang berasal dari Dunia Islam, sepanjang sejarah telah terbukti memiliki daya beli yang stabil lebih dari 1400 tahun. Dinar dapat digunakan sebagai investasi/tabungan jangka menengah/panjang, sangat cocok untuk rencana jangka panjang seperti menunaikan ibadah haji, biaya pernikahan anak, biaya sekolah anak, biaya membeli/perbaikan rumah, warisan (Islam melarang kita meninggalkan keturunan yang lemah) dan lain sebagainya. Beban biaya dan kebutuhan hidup yang semakin berat memang tidak terasa ... dengan asumsi inflasi 7,5 % per tahun saja, biaya hidup kita dalam Rupiah akan meningkat lebih dari 100 % dalam 10 tahun mendatang. Kekuatan khasanah keadilan mata uang Dinar dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset/harta kita dari kehancuran/penurunan nilai uang seperti yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu Sanering Rupiah tahun 1965 dan Krisis Moneter tahun 1997-1998.

24 April 2014

Digaji Dengan Kambing, Mau…?

Salah satu bukti kebenaran Islam itu terletak pada keadilan hukum-hukumnya sepanjang jaman. Sejak jaman Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam sampai sekarang, orang yang melanggar larangan haji dendanya (dam) tetap menggunakan standar kambing. Demikian pula untuk aqiqah ketika anak kita lahir, tetap menggunakan kambing.  Bayangkan kalau denda  itu berupa uang kertas, harus terus menerus direvisi karena nilainya yang terus menyusut.

Standar denda atau kewajiban berupa benda riil ini menjadikan manfaat denda atau kewajiban tersebut tetap dapat dirasakan - atau dengan kata lain tetap bernilai sepanjang jaman. Standar nilai terbaik berupa kambing atau domba ini juga dikuatkan dalam dua hadis berikut :

Dari Abu Said berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah kambing yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)

Dari Abu Hurairah R.A. dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Termasuk penghidupan manusia yang terbaik, adalah seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Dia terbang diatasnya (dia menaikinya dengan jalan yang cepat). Setiap mendengar panggilan perang dia terbang diatasnya dengan bersemangat untuk mencari kematian dengan jalan terbunuh (dalam keadaan syahid) atau mati biasa.  Atau seorang laki-laki yang menggembala kambing di puncak gunung dari atas gunung ini atau lembah dari beberapa lembah. Dia mendirikan sholat, memberikan zakat dan menyembah kepada Tuhannya hingga kematian datang kepadanya. Dia tidak mengganggu kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (H.R. Muslim).

Berdasarkan dua hadits sahih tersebut kita menjadi paham kini  bahwa kambing adalah harta muslim terbaik dan menggembalakannya adalah penghidupan terbaik setelah berjihad. Hal ini antara lain juga bisa difahami dari manfaat atau kegunaan kambing-kambing atau domba tersebut. Bila kambing atau domba tidak ada, dengan apa muslim mebayar dam-nya ?, dengan apa dia ber-aqiqah ? dengan apa dia ber-qurban ?

Syariat Islam akan terus tegak di muka bumi sampai akhir jaman, maka memelihara sarana untuk penegakannya – antara lain seperti memelihara ketersediaan kambing/domba tersebut – menjadi salah satu pekerjaan terbaik di muka bumi sampai akhir zaman.

Di jaman modern ketika uang dibuat dari awang-awang berupa uang kertas – yang nilainya terus menyusut, atau uang dibuat dari bit-bit digital seperti bitcoin dan sejenisnya yang semuanya tidak memiliki acuan nilai baku, maka menjadi semakin penting bagi umat ini untuk memiliki standar nilainya sendiri. Standar nilai itu bisa berupa Dinar dan Dirham seperti yang sudah diperkenalkan situs ini selama enam tahun terakhir, atau dengan standar kambing yang sedang kami persiapkan segala systemnya.

Keduanya memiliki kesamaan, Dinar dan Dirham mengacu pada nilai fisik emas dan perak. Sedangkan kambing mengacu pada nilai fisik kambing atau domba. Dinar dan Dirham bagi komunitas pembaca situs ini tentu sudah sangat familiar seluk beluknya, tetapi bagaimana dengan satuan kambing ?

Dalam sejarah Islam, kambing atau domba ternyata juga bukan hanya untuk qurban, aqiqah, membayar dam, dan memenuhi kebutuhan daging sehari-hari.  Tetapi juga dipakai untuk standar gaji bagi para ulama, guru dan profesi-profesi lain, ini sangat bisa dipahami karena kambing atau domba dapat secara akurat merepresentasikan kebutuhan dan nilai yang berlaku di masyarakat pada masing-masing jamannya.

Lantas kalau sekarang kita sudah familiar memiliki tabungan dalam uang kertas – yang sebenarnya kita sadari nilainya terus berkurang, sebagian kita juga mulai mengenal uang digital – yang tidak memiliki nilai intrinsik – mengapa tidak kita juga mengenal simpanan berupa harta terbaik (berdasarkan hadis tersebut di atas) berupa kambing atau domba ?

Bayangkan kalau tabungan Anda berupa kambing atau domba, bertambahnya nilai tabungan Anda pun halal karena kambing atau domba secara hafiah dia tumbuh dan beranak ! Beranak-pinaknya tabungan Anda-pun menjadi halal karena berasal dari anak-pinak kambing-kambing Anda.

Tetapi betapa merepotkannya bila masing-masing kita mengelola kambing atau domba kita sendiri, belum lagi menyangkut keahlian menggembala yang tidak semua kita bisa tentunya. Maka kunci solusinya ada dalam hadits : “Orang-orang muslim itu bersyirkah dalam tiga hal, dalam hal lahan gembalaan, air dan api” (Sunan Abu Daud, no 3745)

Kebun-kebun yang kami kelola misalnya, bisa menjadi lahan gembalaan yang kami syirkah-kan dengan Anda semua. Kami memiliki lahan gembalaan , lengkap dengan sarana dan prasarananya – Anda yang memiliki kambing lengkap dengan biaya pemeliharaannya. Hasil dari penggembalaan tersebut berupa pertumbuhan berat dan anak-anaknya dapat kita bagi dua, demikian pula dengan resiko-resikonya.

Dalam skala terbatas, program ini telah berjalan antara kami dengan beberapa orang. Bila eksperimen awal ini berjalan mulus, maka konsep ini insyaAllah bisa di – scale-up sampai tingkat berikutnya.

Konsepnya mirip dengan pengenalan Dinar dahulu, kami mulai dengan bersyirkah dalam bentuk Qirad dengan beberapa orang, kemudian kami perkenalkan versi scale-up-nya dengan M-Dinar.

Scale-up syirkah penggembalaan kambing di lahan-lahan perkebunan, kehutanan dan lahan-lahan yang khusus disiapkan untuk penggembalaan ini nantinya insyaAllah akan kita rupakan dalam bentuk bank kambing atau domba – dalam bahasa inggris kita sebut LambBank.

Namanya bank tetapi bukan seperti bank finansial, dia lebih menyerupai bank fisik yang digunakan oleh misalnya teman-teman aktivis lingkungan dengan bank sampah-nya. Atau teman-teman aktivis kemanusiaan dengan bank darah-nya. Kita-kita para aktivis sosial ekonomi muslim secara global insyaAllah akan memiliki LambBank tersebut.

Persamaan dengan bank finansial hanyalah pada cara cara kerjanya. Di bank sampah  Anda menyetor sampah, di bank darah Anda menyetor maupun mengambil darah, maka di LambBank Anda menyotor kambing/domba atau menarik kambing/domba. Bila di bank finansial dikenal nilai tukar, di LambBank dikenal harga jual-beli.

Menyetor kambing tidak berarti Anda harus menuntun kambingnya ke cabang LambBank terdekat – meskipun hal inipun dapat Anda lakukan – Anda dapat lakukan dengan menyotorkan uang Anda kemudian dikonversikan ke setara kambing pada harga jual saat itu.

Demikian pula ketika Anda akan mengambil kambing Anda, bisa Anda ambil dalam bentuk kambing fisik dan Anda tuntun ke rumah  – atau kalau tidak mau repot ya bisa dicairkan dalam nilai rupiah dengan menjualnya ke pihak pengelola – yang kemudian dibeli pengelola dengan harga beli.

Bila di bank finansial asset itu berupa tumpukan uang kertas di brankas , deposit mereka di bank sentral dan bank-bank lain, Asset LambBank adalah kambing dan domba di lahan-lahan gembalaan yang dikelolanya dan juga kambing/domba yang dikelola oleh mitra-mitranya.

Kehadiran LambBank ini akan memiliki multiplier effects yang luar biasa. Selain memenuhi kebutuhan muslim yang terus tumbuh untuk berbagai pelaksanaan syariat tersebut diatas, memenuhi kebutuhannya akan protein hewani, melindungi nilai bahkan menumbuhkan nilai para ‘deposan’ pemilik kambing, juga akan membalik negeri ini dari defisit daging menjadi surplus daging.

Kok bisa ? bayangkan dalam kondisi pengelolaan peternakan seperti sekarang, siapa  yang mau berternak kambing, domba atau sapi ? Nyaris tidak ada, kecuali beberapa konglomerat perdagingan. Petani tidak punya uang untuk mengembangkan ternaknya, orang kebanyakan kayak kita-kita tidak memiliki minat untuk beternak selain juga memang nyaris tidak tahu apa-apa tentang ternak ini. Dampak dari situasi ini membuat kita tidak bisa makan daging secara cukup dan generasi kita terus melemah. 

Keberadaan LambBank akan membuat orang dapat beternak kambing atau domba semudah membuka account di bank. Bagi Anda yang sudah familiar dengan system M-Dinar,  maka exactly seperti itulah Anda menyetor dan menarik kambing atau domba-domba Anda nantinya.

Lebih jauh konsep ini kita buat dalam bahasa Inggris LambBank karena dengan konsep ini pulalah kita ingin merubah positioning perdagingan kita di kancah global. Selama ini industri perdagingan kita passive dan defensive, kebobolan terus dalam menghadapi serbuan dari pemasar-pemasar daging dan susu dari seluruh penjuru dunia.

Setelah adanya LambBank kebanyakan orang kayak kita-kita ini bisa beternak, dana ke industri peternakan kambing dan domba akan mengalir dalam skala besar.  Bersamaan dengan itu terjadi perubahan mindset tentang lahan gembalaan, kebun-kebun, hutan, dan seluruh lahan hijau tiba-tiba menjadi potensi penggembalaan yang luar biasa – maka bisa dibayangkan dampaknya pada ketersediaan kambing dan domba di negeri ini. Tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi insyaAllah akan bisa kita gunakan untuk membanjiri pasar perdagingan global.

Bersamaan itu pula akan disosialisasikan bahwa daging kambing sesungguhnya lebih baik dari daging sapi bahkan juga lebih baik dari daging ayam berdasarkan tingkat kalori, lemak dan kholesterolnya menurut USDA (United States Department of Agriculture). 

Maka sunnah seluruh nabi yang menggembala kambing atau domba ini, pasti mengandung kebaikan yang sangat banyak. Kini Anda bisa bener-bener belajar menggembala di lahan gembalaan kami, dan kalau inipun tidak sempat – insyaAllah dalam waktu dekat Anda sudah bisa memiliki account di LambBank atau bank kambing/domba Anda.

Bayangan saya, dalam waktu yang tidak terlalu lama karyawan-karyawan perusahaan akan rame-rame menuntut digaji dalam kambing – karena dengan itu tidak lagi dibutuhkan negosiasi alot setiap tahun tentang UMR ! Ditengah uang kertas yang terus runtuh nilainya, tidak bertambah nilainya kecuali bercampur dengan riba. Tabungan domba atau kambing secara harfiah akan tumbuh (domba dan kambing jadi besar) dan mereka juga akan terus beranak.

Jadi, mau digaji dengan kambing ? – tunggu tanggal mainnya setelah infrastruktur penggembalaan dan system kami siap. InsyaAllah.

07 Maret 2014

Wabah dan Penyakit Kronis Finansial…

Ketika Anda terkena flu dan bersin di ruang publik, besar kemungkinan kerumunan orang di sekitar Anda akan ikut terkena flu. Seperti inilah situasi pasar financial global di era teknologi informasi. Eropa yang bersin-bersin beberapa tahun ini - terakhir hari-hari ini Ukraina – bisa membuat negara-negara dalam ‘kerumunan’nya ikut terkena flu. Sama dengan ketika Thailand bersin di tahun 1997 , yang kemudian terkena ‘sakit flu parah’ malah Indonesia. Bagaimana wabah ini menyerang urusan finansial Anda dan bagimana Anda bisa menghindarinya ?

Rata-rata orang Indonesia mengalami dampak ‘flu berat’ Indonesia pada tahun 1997 tersebut. Penghasilan kita bila dinilai dalam mata uang Dollar atau dinilai dengan emas saat itu terpotong sampai kisaran 75 %. Tidak semua terkena memang, sama dengan dalam setiap wabah penyakit – orang yang fit kondisinya dia bisa saja selamat dari serangan wabah yang hebat sekalipun.

Siapa orang-orang yang fit dan terbebas dari wabah finansial tersebut ?, dari pengalaman tahun 1997 kita tahu bahwa mereka yang fit ini adalah mereka-mereka yang mayoritas assetnya berupa benda riil atau terkait langsung dengan benda riil yang dimiliki atau dihasilkannya.

Petani kakao, cengkeh, kopi, sawit dlsb. yang orientasi produknya untuk ekspor menjadi orang-orang yang beruntung saat itu. Dalam nilai Dollar penjualan ekspor mereka tidak mengalami perubahan, namun karena Rupiah yang merosot tinggal ¼-nya membuat income mereka melonjak 4 kalinya dalam Rupiah.

Kelompok pegawai adalah yang paling rentan dalam menghadapi wabah financial seperti yang terjadi pada krismon 1997 tersebut. Pertama gaji mereka tidak mengalami banyak perubahan, sementara barang-barang kebutuhan apalagi yang mengandung komponen impor melonjak harganya.

Kedua jerih payah mereka bertahun-tahun yang tersimpan dalam asuransi, dana pensiun, tunjangan hari tua dlsb. tergerus nilainya tinggal seperempatnya. Ibarat bongkahan batu karang, krismon 1997 adalah ombak besar yang menghanyutnya ¾ bongkahan batu karang tersebut. Kemudian sisa yang ¼-nya terkikis secara perlahan tetapi pasti oleh apa yang disebut inflasi !.

Penyakit kronis yang bernama inflasi ini-pun juga tidak kalah dasyatnya dalam menggerogoti asset dan penghasilan pegawai.

Selama sepuluh tahun terakhir saja  harga barang-barang secara umum di Indonesia naik sebesar 90 %, artinya bila akhir tahun 2004 sebuah barang harganya 100, akhir 2013 harga barang tersebut menjadi 190. Harga makanan lebih menyolok lagi, yaitu bahan makanan yang berharga 100 pada akhir 2004, menjadi 253 pada akhir 2013.


Inflasi 2005-20013 (BPS)

Lantas bagaimana kita semua bisa melindungi asset dan penghasilan kita dari wabah finansial dan penyakit kronis inflasi tersebut ? Asset-asset riil umumnya bisa melindungi kita dari wabah maupun  penyakit kronisnya.

Emas atau Dinar yang dalam beberapa bulan terakhir banyak dihindari orang justru ketika harganya lagi murah, sebenarnya malah terbukti selama 10 tahun terakhir mampu mengungguli seluruh inflasi harga-harga umum maupun harga makanan. Emas Anda yang berharga 100 pada akhir tahun 2004, menjadi 408 pada akhir 2013 !


Kenaikan Harga-Harga 2005-2013

Maka saya mengulangi statement saya sebelumnya, bahwa saat terbaik untuk melakukan investasi adalah justru ketika orang kebanyakan rame-rame sedang melupakannya. Statistik yang loud and clear tersebut di atas, bisa menjadi dasar bagi yang berinvestasi karena memang tahu – dan bukan karena ikut-ikutan. InsyaAllah.

25 Februari 2014

Herbal Perdana Produk TAWAF…



Herbal 4 Sunnah
Alhamdulillah telah kami luncurkan  herbal pertama dari program TAWAF. Herbal perdana ini kami beri nama Herbal 4 Sunnah yang mengkombinasikan empat tanaman obat terbaik dunia. Maka tentu tidak berlebihan – karena memang ada dasarnya – kalau kita promosikan bahwa herbal yang didanai oleh dana wakaf ini sebagai obat untuk seluruh jenis penyakit kecuali mati !

Tanaman pertama yang kami gunakan sebagai bahan obat ini adalah Habbatussauda  yang dalam suatu hadist sahih  diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu ‘Anha bahwa: “ Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini merupakan obat bagi setiap penyakit, kecuali saam. Aku bertanya, “Apakah saam itu?”. Beliau menjawab, “Kematian.”” (HR Bukhari)
Senada dengan ini juga hadits : “Tidak ada suatu penyakit, kecuali penyembuhannya ada didalam Habbatussauda.” (HR. Muslim).
Habbatussauda yang kami gunakan adalah yang terbaik dengan kandungan Nigellone tertinggi 27.5 % - sementara rata-rata Habbatussauda (Nigella sativa) yang ada di pasaran hanya memiliki Nigellone sekitar 7.6 %. Nigellone atau bahasa obatnya disebut dythimoquinone inilah yang memiliki berbagai efek penyembuhan yang sudah terindentifikasi itu, bisa jadi banyak zat lain yang belum teridentifikasi oleh ilmu manusia hingga saat ini.
Tanaman kedua yang kami gunakan adalah Zaitun yang dalam hadits disebutkan menyembuhkan 70 macam penyakit, diantaranya adalah penyakit kusta. Tanaman dari pohon yang diberkahi ini disebutkan sampai setidaknya tujuh kali dalam Al-Qur’an, dan secara ilmiah-pun telah terbukti efektif mencegah dan mengobati sejumlah penyakit seperti jantung, cancer, diabetes dlsb.
Tanaman ketiga yang kami gunakan adalah kelapa, yaitu Virgin Coconut Oil (VCO). VCO mengandung hampir 50% asam laurat – yang biasanya juga dihasilkan oleh ASI (Air Susu Ibu). Asam laurat ini memiliki sifat antimikroba, antijamur dan antivirus. Bahkan VCO dipercaya bisa memperlambat pertumbuhan virus pada pasien HIV/AIDS ya antara lain karena sifatnya yang antivirus tersebut.
Tanaman keempat yang kami gunakan hanya sekitar 2 % adalah adalah buah merah (Pandanus conoideus), tanaman asli Papua ini mengandung banyak sekali beta carotene – yang berperan antara lain sebagai antioksidan yang meningkatkan daya tahan tubuh. Buah merah juga mengandung Tocopherol yang bisa memperbaiki kerja pankreas, sehingga dapat mencegah atau mengobati penyakit seperti diabetes dlsb.
Dengan ramuan unggulan yang dilakukan oleh ahlinya dan diproduksi dengan standar tinggi, maka insyaAllah obat untuk segala macam penyakit – yang selama ini kita dengar dari hadist-hadits sahih tersebut, kini bener-bener ada di sekitar kita.
Tentu bukan obat ini yang menyembuhkannya – hanya Allahlah yang bisa menyembuhkan penyakit kita itu. Tetapi Allah melalui RasulNya, menyampaikan sarananya antara lain ya melalui obat untuk segala macam penyakit (Habbatussauda) ini – maka sudah sepantasnyalah kalau kita juga berobat dengan sarana yang ditunjukanNya ini. Lha wong dikasih obat dokter saja kita percaya, pasti kita bisa lebih percaya lagi bila itu datangnya dari rasulNya.
Karena herbal ini kami produksi dengan dana wakaf, maka kami arahkan manfaatnya untuk bisa terus berputar mengobati masyarakat seluas mungkin. Bagi yang tidak mampu, bisa memperoleh obat ini secara gratis. Bagi yang kurang mampu, dapat memperoleh obat ini dengan harga subsidi. Dan bagi yang mampu seperti Anda-Anda pembaca situs ini, Anda bisa membeli dengan harga normalnya. Dengan membeli pada harga normal ini, Anda akan berkontribusi terhadap kelangsungan produksi obat-obat berikutnya karena seluruh keuntungan dari penjualan harga normal akan menjadi dana wakaf berikutnya.
InsyaAllah langkah kecil untuk ikut memberikan solusi penyembuhan penyakit-penyakit yang banyak diderita di masyarakat itu telah kita mulai bersama dan Anda semua bisa berpartisipasi dalam program TAWAF ini. Namun karena kemampuan yang masih terbatas, maka herbal ini belum dipasarkan secara luas malalui jalur distribusi umum. Baru sebatas untuk keperluan komunitas-komunitas yang terkait, oleh karenanya silahkan menghubungi kami bila Anda tertarik untuk ikut menyehatkan masyarakat dengan sunnah nabiNya ini.
Program produksi obat atau herbal dengan dana wakaf ini juga merupakan jawaban dan langkah awal konkrit kita untuk bisa mengindarkan dari obat-obat yang tidak jelas kehalalannya. Semoga dimudahkan olehNya jalan selanjutnya. Amin.

18 Februari 2014

Dinar Dan Emas Di Tahun Politik…

Untuk menjawab keingin tahuan pembaca situs ini tentang trend harga emas dan Dinar di tahun politik 2014 ini, seperti biasa jawaban saya adalah saya juga tidak tahu. Terlalu banyak faktor yang bisa mempengaruhinya sehingga sulit untuk membuat perkiraan yang akurat. Meskipun demikian berdasarkan statistik-statistik yang ada, kita bisa menduganya – dengan catatan bila perilaku sejarah berulang.

Alhamdulillah tanpa terasa kami di Gerai Dinar sudah mencatat secara otomatis perubahan harga emas dan Dinar setiap enam jam sejak enam tahun lalu (2008). Jadi terkumpul data yang lumayan besar untuk kepentingan analisa statistik. Selama periode enam tahun ini tentu juga sudah melalui periode Pemilu Legislatif maupun Pemilu Eksekutif.

Walhasil bila perilaku sejarah berulang, yaitu adanya gejolak politik, kegaduhan dan ketidak pastian sesaat – maka perilaku pasar khususnya nilai tukar Rupiah juga akan demikian. Rupiah melemah pada saat ketidak pastian muncul, kemudian menguat kembali ketika hasil Pemilu sudah final dan hasilnya seperti yang ditunggu pasar.

Trend Harga Dinar 2008-2014
Dalam kaitan harga emas atau Dinar dapat dilihat di grafik pada area yang saya lingkari. Saat-saat proses Pemilu berlangsung, harga emas melonjak kemudian kembali stabil ketika tahapan Pemilu selesai. Pada tahun Pemilu 2009, harga emas secara keseluruhan naik sekitar 14 % sepanjang tahun tersebut.

Apakah pada tahun Pemilu 2014 ini akan berulang ?, Selain Allah tidak ada yang bisa tahu peristiwa sebelum terjadinya. Hanya saja pemilu 2014, khususnya pada masa-masa Pemilu Eksekutif – ketidak pastiannya akan jauh lebih tinggi ketimbang Pemilu Eksekutif 2009. Mengapa ?

Pada tahun 2009, incumbent presiden mencalonkan kembali, dan pasar sepertinya tahu bahwa saat itu calon incumbent memiliki peluang terbaiknya. Pemilu Eksekutif tahun 2014 ini pasar bener-bener blank, setidaknya sampai saat ini kita belum tahu persis siapa-siapa yang akan berpeluang terbaik memasuki ronde final dari Pemilu Eksekutif nanti. Menambah tingkat ketidak pastian ini pula ketika ada candidate yang diharapkan oleh masyarakat, tetapi  pencalonannya dari partai yang bersangkutan masih penuh misteri.

Jadi untuk faktor domestik khususnya yang terkait dengan nilai tukar Rupiah yang secara otomatis berpengaruh pada harga emas, ketidak pastiannya akan cenderung lebih besar ketimbang Pemilu 2009. Artinya kalau toh pola yang sama yang terjadi, maka bisa jadi selama tahapan Pemilu Eksekutif khususnya – harga emas dan Dinar akan cenderung meningkat lebih besar ketimbang 2009 dan baru stabil setelah pemilu memberikan hasil yang diharapkan pasar.

Perkembangan Harga Emas Dunia 2014
Selain faktor Rupiah dalam negeri, tentu saja harga emas atau Dinar di Indonesia  digerakkan utamanya oleh harga emas dunia. Untuk enam pekan pertama di tahun 2014 ini, nampaknya harga emas dunia kembali menemukan jati dirinya. Tidak lagi terombang-ambing oleh berbagai isu tapering yang dilakukan oleh Federal Reserve – Amerika Serikat. Oleh karenanya harga emas dunia sudah naik diatas 10 % sejak 1 Januari 2014 hingga kini. Di Rupiahnya kenaikan ini belum nampak, karena Rupiah yang sedang menguat akhir-akhir ini.

Jadi bagi Anda yang ingin menambah tabungan Dinarnya, bulan-bulan ini kemungkinan adalah waktu terbaiknya sebelum harga emas dalam US Dollar terus menguat dan sebelum ketidak pastian politik di dalam negeri mencapai puncaknya.

Sebaliknya bagi yang ingin menjual, bila karena kebutuhan Anda perlu menjual tabungan emas atau Dinar Anda – maka Anda dapat lakukan kapan saja. Hanya saja bila belum terlalu perlu untuk menjualnya, Anda mungkin akan tertarik untuk melihat dahulu trend beberapa bulan kedepan. Di saat ketidak pastian politik meningkat, Anda lebih butuh proteksi terhadap hasil jerih payah Anda. Dan hingga kini seperti yang tergambar dalam grafik enam tahun tersebut di atas, Dinar atau emas tetap memberikan proteksi nilai dan likwiditas yang paling efektif. InsyaAllah.

08 Januari 2014

Agar Kita Tidak ‘Makan’ Emas Kita…



Source: World Gold Council 2013
Bila saja ekonomi dunia bisa disederhanakan dan dilihat dari sudut pandang penguasaan emas, maka dengan mudah kita bisa melihat ketimpangan ekonomi dunia saat ini. Amerika Serikat yang penduduknya hanya 4.5 % dari penduduk dunia, menguasai 28 % cadangan emas dunia. Masyarakat Eropa dengan 4.8 % penduduk dunia, menguasai 49 % cadangan emas dunia. Sementara itu gabungan negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dengan 23 % penduduk dunia, hanya menguasai 7 % dari cadangan emas dunia.

Cadangan emas yang saya maksud disini adalah cadangan emas yang dikuasai oleh bank sentral masing-masing negara. Sumber datanya adalah dari World Gold Council  per Desember 2013.

Nampaknya penguasaan cadangan emas ini juga berkorelasi dengan tingkat pendapatan penduduknya. Amerika memiliki GDP per capita hampir US$ 50,000,-, Eropa di kisaran angka US$ 33,500,- sementara rata-rata penduduk negeri-negeri OKI hanya berpenghasilan sekitar US$ 3,850,- per capita.

Apa penyebab ketimpangan ini ? ini seperti ayam dan telur. Ada ayam dahulu kemudian ada telur atau sebaliknya ada telur dahulu baru kemudian lahir ayam. Jawabannya jelas, keduanya memungkinkan. Ada ayam dahulu kemudian bertelur atau ada telur dahulu kemudian lahir ayam.

Demikian pula dengan emas dan penguasaan ekonomi. Bisa karena kemakmurannya maka negeri-negeri kaya menguasai emas, tetapi bisa juga sebaliknya karena tidak mengusai (menggunakan) emasnya dengan baik – maka negeri-negeri mudah termiskinkan.

Negeri-negeri dengan cadangan emas rendah  menjadi lebih labil ekonominya dan rentan terhadap devaluasi mata uangnya. India dan Indonesia yang mata uangnya terkoreksi significant sepanjang 2013 lalu misalnya, keduanya memiliki cadangan emas yang rendah. India cadangan emasnya 7 %, mata uangnya tahun lalu terkoreksi 14 %. Indonesia cadangan emasnya 3.5 %, terkoreksi sampai 26 % !

Data-data ini bisa jadi tidak hubungannya,  tetapi bisa juga erat kaitannya dengan penguasaan hasil-hasil sumber daya alam di negara-negara yang bersangkutan. Indonesia misalnya ironi sekali kita hanya memiliki cadangan emas 3.5 % dari cadangan total kita, padahal negeri ini adalah produsen emas ke 7 dunia dengan produksi sekitar 182.4 ton per tahun. Lha kok cadangan emas kita di bank sentral hanya 78.1 ton setelah 68 tahun merdeka ? ke mana produksi emas kita setiap tahunnya ?

Ketika kekayaan kita good money ( emas, hasil tambang ) ditukar dengan bad money (US$ dan uang kertas lainnya) secara terus menerus sejak negeri ini merdeka hingga kini, inilah yang kemudian mengindikasikan proses pemiskinan yang terjadi di negeri ini. Sama dengan sebuah rumah tangga, dia bisa tampil glamour dan makan terus menerus – tetapi dengan menjual aset riilnya setiap saat, bisa ditebak akhirnya akan seperti apa.

Maka menjadi tantangan para (calon) pemimpin negeri ini – yang tahun ini pada berlomba  rumongso iso (merasa bisa) – memakmurkan negeri ini, bagaimana memakmurkan penduduk negeri ini dengan cara yang riil,  bukan sekedar angka dan bukan dengan cara menguras sumber daya alam. Bagaimana penduduk negeri ini bisa makmur yang sesungguhnya tanpa harus menjual aset-aset kita berupa hasil tambang, hutan dan sejenisnya.

Salah satu indikatornya ya kembali ke cadangan emas di atas. Bila hutan di tebang kita sulit untuk tahu berapa banyak hutan kita berkurang, bila minyak dan gas dikuras – kita juga tidak mudah untuk tahu berapa banyak yang masih tersisa. Tetapi bila orang-orang diluar sana – yang terwakili oleh World Gold Council (WGC) saja tahu bahwa setiap tahun kita memproduksi 182.4 ton emas, lha kok cadangan emas di dalam negeri setelah 68 tahun merdeka hanya kurang dari ½ produksi emas setahun – maka jelaslah ini mengindikasikan bahwa kita ‘makan’ emas itu – i.e. kita tukar dengan bad money kemudian untuk membiaya impor bahan makanan kita, gandum, daging, susu sampai juga minyak.

Lantas bagaimana solusinya agar kita bisa makmur tanpa ‘makan’ emas, minyak , gas dlsb yang bersifat non-renewable resources ? Jawabannya ya kita harus menanam makanan kita sendiri – kita harus makan dari sumber yang renewable. Petunjuknya-pun jelas, bahwa negeri yang baik –  Bukan negeri tambang – yang penduduknya makan dengan menguras isi perut bumi, bukan pula negeri hutan yang penduduknya makan dengan menebang hutan sampai gundul. Wa Allahu A’lam.

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.