Sekilas Info

Kami Mengucapkan

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَامَنَا وَ صِيَامَكُمْ وَجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين

Selamat Idul Fitri 1435 H, Mohon Maaf lahir batin

Insya Allah aktif kembali tanggal 04 Agustus 2014

DINAR Emas memiliki 3 fungsi : Sebagai alat tukar, timbangan yang adil dan perlindungan Nilai. Dinar Emas untuk membangun ketahanan ekonomi dan memakmurkan ummat, tetapi tidak untuk ditimbun

Dasar/Hadits Diperbolehkannya Perdagangan Dinar (Emas)

Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi Muhammad SAW bersabda : “ (Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai ”

Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya. Dinar dan Dirham saat ini belum diakui secara resmi oleh Pemerintah sebagai alat tukar, sehingga pengenalan kembali Dinar dan Dirham di kalangan umat, digunakan pendekatan sebagai bentuk investasi/tabungan dan pelindung aset/harta umat. Dinar sebagai mata uang yang berasal dari Dunia Islam, sepanjang sejarah telah terbukti memiliki daya beli yang stabil lebih dari 1400 tahun. Dinar dapat digunakan sebagai investasi/tabungan jangka menengah/panjang, sangat cocok untuk rencana jangka panjang seperti menunaikan ibadah haji, biaya pernikahan anak, biaya sekolah anak, biaya membeli/perbaikan rumah, warisan (Islam melarang kita meninggalkan keturunan yang lemah) dan lain sebagainya. Beban biaya dan kebutuhan hidup yang semakin berat memang tidak terasa ... dengan asumsi inflasi 7,5 % per tahun saja, biaya hidup kita dalam Rupiah akan meningkat lebih dari 100 % dalam 10 tahun mendatang. Kekuatan khasanah keadilan mata uang Dinar dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset/harta kita dari kehancuran/penurunan nilai uang seperti yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu Sanering Rupiah tahun 1965 dan Krisis Moneter tahun 1997-1998.

15 Juli 2014

Uang Baru dan Pemerintahan Baru

Siapapun yang akhirnya nanti menggantikan pemerintahan yang sekarang akan disambut dengan uang yang baru. Uang yang baru ini akan secara tegas menyebutkan bahwa ini adalah uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ditanda tangani oleh Gubernur BI dan Menteri Keuangan, selama ini uang kita bukan uang NKRI tetapi uang Bank Indonesia.  Yang lebih serius dari ini adalah dalam periode pemerintahan yang akan datang – besar kemungkinan redenominasi mata uang Rupiah harus dilakukan.

RUU untuk redenominasi Rupiah ini sebenarnya sudah disampaikan pemerintah ke DPR  dan bahkan seharusnya masuk prioritas Prolegnas tahun 2013, namun karena redenominasi yang akan mengurangi tiga angka nol pada uang kita tersebut juga beresiko – maka pembahasannya nampaknya ditunda.

Resiko ini diungkapkan bahkan oleh menteri keuangan Republik Indonesia sendiri melalui situs resmi Departemen Keuangan, apabila gagal rencana redenominasi tersebut akan berdampak terhadap inflasi yang akan menjadi tingggi . “ Ada resiko inflasi. Kalau situasinya sudah lebih baik mungkin (redenominasi Rupiah) bisa dilakukan” ujar Menkeu.

Pertimbangan faktor resiko inilah antara lain yang membuat wacana redenominasi yang sudah ramai dibicarakan dalam lima tahun terakhir urung dilaksanakan. Tetapi ini seperti bom waktu yang diteruskan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya, suatu saat harus ada yang berani mengambil keputusan.

Redenominasi mestinya sudah harus dilakukan di akhir 90-an ketika  kurs Rupiah melewati angka Rp 10,000. Dampak dari angka nol yang terlalu banyak ini menimbulkan masalah di system IT bukan hanya di perbankan dan lembaga keuangan di Indonesia , tetapi juga di seluruh dunia yang mengakomodasi mata uang Rupiah.

Angka nol yang terlalu banyak juga memberi kesan ‘kurang bernilainya’ mata uang Rupiah ini di mata internasional. Rupee-nya India mestinya sama saja kekuatannya dengan Rupiahnya Indonesia, tetapi karena 1 Rupee nilainya hampir Rp 200 ,- maka seolah Rupee lebih kuat atau lebih berharga dari Rupiah.

Angka nol yang terlalu banyak – yang kemudian perlu dipotong juga menjadi karakter dari negeri-negeri yang mempunyai problem dengan nilai mata uangnya. Kita bisa tahu ini dari negara-negara lain yang pernah mengalaminya seperti  Islandia (1991), Rusia (1998), Meksiko (1993), Polandia (1995), Ukraina (1996), Peru (1991) , Bolivia (1987) dan yang fenomenal Turki (2005) dan Zimbabwe (2009).

Ketika Turki berani melakukan redenominasi mata uangnya lira tahun 2005 lalu, mereka tidak tanggung-tanggung harus membuang enam angka nolnya. Angka 1,000,000 lira menjadi 1 lira saja. Ini harus dilakukan Turki untuk merespon tingginya angka inflasi selama 35 tahun (1970-2005), sehingga mau tidak mau harus mereka lakukan bila tidak ingin angka nol di mata uangnya menjadi semakin terlalu banyak.

Kadang angka nol yang harus dihapus itu begitu banyaknya sehingga mata uang yang lama harus diganti sama sekali karena sudah tidak relevan lagi. Contohnya adalah yang terjadi di Zimbabwe (2006-2009), ketika mata uangnya yang tetap bernama Zimbabwean Dollar tetapi secara bertahap berganti singkatan dari semula ZWD ke ZWN kemudian ke ZWR sebelum akhirnya menjadi ZWL. Bersamaan dengan pergantian singkatan ini pula 9 angka nol dihilangkan.

Intinya adalah pada suatu titik, pemerintah harus berani melakukan redenominasi itu bila memang harus dilakukan. Dia tidak bisa meneruskan problem kebanyakan angka nol ini terus menerus ke pemerintahan berikutnya dan berikutnya lagi.

Ekonomi mungkin terganggu sesaat oleh gejolak inflasi, tetapi setelah itu akan banyak manfaatnya bagi kita semua. Kita akan bangga misalnya ketika menukar uang Rupiah kita di Mekah atau Madinah dari setiap Rp 3 kita sudah mendapatkan 1 Saudi Riyal, tidak seperti saat ini 1 SAR harus kita tebus dengan Rp 3,122 !

Dari waktu ke waktu nilai tukar mata uang Rupiah negeri manapun akan cenderung terus menurun, ada yang penurunannya drastis sehingga harus di-redenominasi dan ada yang penurunannya biasa-biasa saja. Mata uang kertas juga menjadi instrumen untuk perang dagang seperti yang terjadi antara Amerika Serikat dan China.

Maka tidak bisa lagi kita mengukur kekuatan mata uang Rupiah kita dengan Dollar misalnya. Bulan Juli 1998 US$ 1 = Rp 14,000; bulan Juli 2014 ini US$ 1 = Rp 11,700. Apakah berarti uang Rupiah kita saat ini jauh lebih kuat dari Juli 1998 ? Ternyata tidak sama sekali.

Ini bisa kita lihat kalau uang tersebut dipakai untuk membeli benda riil yang baku harganya sepanjang zaman seperti emas misalnya. Untuk membeli 1 gram emas dibutuhkan sekitar Rp 130,000 pada bulan Juli 1998, dan di bulan Juli 2014 ini kita butuh sekitar Rp 500,000 untuk bisa membeli 1 gram emas yang sama.

Kita bisa melihat sekarang bahwa meskipun seolah Rupiah menguat dibandingkan mata uang Dollar selama era reformasi hingga kini, namun daya belinya terus menurun tinggal sekitar ¼-nya saja sejak puncak krisis 1998.  Artinya bahkan terhadap puncak krisis 1998 tersebut daya beli riil uang kita sekarang jauh lebih lemah lagi !

Bayangkan sekarang realitas bahwa mayoritas asset pegawai tersimpan di Rupiah dalam berbagai bentuknya, mulai dari tabungan, deposito, tunjangan hari tua, asuransi dlsb. Bila dalam perjalanan karir Anda 16 tahun terakhir saja daya beli riil uang Anda tinggal ¼-nya, apa yang akan terjadi ketika Anda pensiun 16 tahun yang akan datang ?

Maka tidak berlebihan bila situs ini mengkampanyekan proteksi nilai sejak 7 tahun lalu, karena serendah-rendahnya harga emas atau Dinar seperti sekarang ini – dia tetap mampu memberikan perlindungan nilai jangka panjang hingga kini. Justru periode harga rendah seperti inilah sebenarnya memberi kesempatan kita untuk melakukan proteksi nilai secara lebih baik dengan menambah portfolio emas atau Dinar kita.

Uang baru dan bahkan redenominasi bisa saja menjadi isu sesaat, tetapi yang lebih hakiki sebenarnya adalah upaya untuk mempertahankan daya beli dari hasil jerih payah kita. Bila redenominasi adalah domain pemerintah dan kita tinggal menerima realita dan dampaknya, tidak demikian dengan isu proteksi nilai atau upaya mempertahankan daya beli ini – kita dapat melakukannya sendiri sekarang dan disini ! Insya Allah.

11 Juli 2014

The Death of Money

Judul tulisan ini saya ambilkan dari buku yang terbit sekitar tiga bulan lalu karya penulis best seller James Rickards. Judul lengkap buku tersebut adalah The Death of Money – The Coming Collapse of The International Monetary System. Menurut si penulis ini system moneter internasional telah gagal setidaknya tiga kali sepanjang abad lalu yaitu tahun 1914, 1939 dan 1971. Sedangkan kegagalan berikutnya dia katakan sebagai maelstrom to come – peristiwa yang cepat sekali datangnya !

Kegagalan system moneter tahun 1914 di-trigger  oleh Perang Dunia I yang kemudian diikuti oleh hyperinflation dan depression  antara tahun 1919 sampai 1922. Kegagalan tahun 1939 juga disebabkan oleh perang yaitu Perang Dunia II dan baru sembuh ketika dunia menyepakati Bretton Woods Systems di akhir PD II – ketika system keuangan dunia dikaitkan langsung dengan emas.

Kegagalan ketiga adalah ketika tahun 1971 presiden Amerika Serikat waktu itu Richard Nixon mengumumkan bahwa sejak saat itu Amerika tidak lagi mengkaitkan uangnya dengan emas. Dampak dari pengingkaran Bretton Woods Systems – yang sebenarnya disponsori oleh Amerika Serikat sendiri ini – telah membuat Dollar sudah nyaris collapse tahun 1978.

Mirip dengan tiga kegagalan sebelumnya, menurut James Rickards ini kegagalan keempat akan melibatkan perang, emas dan chaos. Lantas apa penyebabnya ? Selain perang fisik yang melibatkan Amerika Serikat di sejumlah negara-negara lain, kegagalan keempat juga akan di-trigger oleh currency wars, deflation, hyperinflation dan market collapse.

Kegagalan Dollar juga berarti kegagalan system moneter dunia karena sampai saat ini Dollar adalah reserve currency – mata uang yang juga digunakan sebagai cadangan devisa bagi seluruh negara di dunia – termasuk Indonesia. Kegagalan system moneter di dunia atau proses menuju ke-kegagalan itupun sudah cukup untuk apa yang disebut money and wealth detachment – perpisahan antara uang dan kemakmuran.

Kita yang di Indonesia sejak kemerdekaan RI 69 tahun silam juga sudah pernah mengalami satu kali kegagalan yaitu ketika kita harus melakukan sanering di tahun 1965/1966, kemudian juga sekali nyaris gagal ketika nilai tukar kita merosot tinggal 1/6-nya di puncak krisis 1998 – yang kemudian tidak sepenuhnya sembuh hingga kini – ketika daya beli uang kita tinggal kurang dari ¼ dibandingkan dengan era sebelum krisis moneter 1997/1998.

Perpisahan antara uang dan kemakmuran juga sudah lama terjadi di negeri ini. Hal ini dengan mudah bisa kita lihat dari bahasa yang kita gunakan ! Dahulu istilah jutawan adalah untuk menyebut orang yang makmur dengan memiliki harta satu juta atau lebih. Jutawan saat ini – orang yang memiliki uang satu juta atau lebih – masih berhak atas zakat kecuali setidaknya mencapai 40 kalinya (nishab zakat 20 Dinar sekitar Rp 40 juta).

Ketika terjadi perpisahan antara uang dan kemakmuran, kita tidak lagi bisa mengandalkan uang dan produk-produk turunannya seperti tabungan, dana pensiun, asuransi dlsb. sebagai instrument untuk menyimpan atau sekedar mempertahankan kemakmuran kita. Lantas apa yang bisa ?

Yang bisa menyimpan atau mempertahankan kemakmuran  adalah benda-benda riil seperti emas (di kita berarti juga Dinar), tanah, rumah, ternak, tanaman dlsb. Dari sini pulalah kita sekarang dengan mudah memahami hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut :

Dari Abu Said Al-Khudri berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Waktunya akan datang bahwa harta muslim yang terbaik adalah domba yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau pertikaian sesama muslim)”. (H.R. Bukhari)

Sebenarnya inilah yang sedang kita lakukan sejak setidaknya tujuh tahun terakhir, yaitu berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghidup-hidupkan kembali peradaban Islam yang semuanya memiliki dasar yang kuat dari Al-Qur’an maupun hadits.

Kita memiliki cara-cara sendiri dalam mengelola urusan dunia kita - yang sebenarnya hanya jalan untuk sampai pada kehidupan yang hakiki setelah ini. Di semua aspek kehidupan, cara kita sendiri ini benar adanya – mulai dari mengelola moneter, kesehatan, pendidikan, pertanian dlsb. dlsb.

Maka sebelum pusaran kegagalan system moneter internasional itu menarik kita ke dalamnya – menarik kita terjerembab ke dalam lubang biawak mereka, kita harus dengan sekuat tenaga dan secepatnya bangun dari tidur lama kita – bangun untuk mulai menghidup-hidupkan peradaban kita sendiri. InsyaAllah

20 Juni 2014

Harga Emas Di Tengah Kegaduhan …

Empat bulan lalu saya menulis Dinar Emas Di Tahun Politikmaka karena hampir pasti PEMILU Presiden akan berlangsung satu putaran – moment of truth itu akan terjadi dalam rentang sebulan kedepan. Hanya saja, naik turunnya harga emas tidak hanya factor kondisi politik dalam negeri – tetapi juga didominasi oleh berbagai perkembangan di tingkat global. Hari-hari ini yang sangat dominan mempengaruhi harga emas dunia adalah perkembangan di Iraq.

Iraq dengan produksi minyaknya yang masuk 10 besar dunia, memproduksi sekitar 3.4 juta (bbl/day) atau sekitar 3.5 kali produksi minyak Indonesia. Dengan jumlah produksi seperti ini, kejadian-kejadian di Iraq sangat memadai untuk mengguncang harga minyak dunia.

Bukan hanya masalah harga minyak yang berpengaruh di ekonomi dunia, tetapi persepsi akan terganggunya supply minyak saja sudah cukup untuk membuat pasar panik. Dan setiap kali pasar panik, dampaknya selalu ke harga emas – yaitu para pelaku pasar butuh tempat berlabuh yang aman – safe haven - ketika badai menerjang.

Bersamaan dengan kegaduhan di Iraq tersebut, kita sedang di puncak kehangatan politik menjelang pilpres bulan depan. Kondisi ekonomi kita-pun lagi kurang baik ditandai dengan defisit neraca perdagangan yang sempat mencapai US$ 1.94 milyar April lalu.

Defisit ini saja sudah cukup untuk melemahkan Rupiah , apalagi ditambah dengan was-was-nya pasar menjelang pilpres yang agak hangat ini. Tidak mengherankan bila nilai tukar Rupiah-pun sempat menyentuh angka Rp 12,000/US$.

Kombinasi dua factor tersebut mengantar harga Dinar pada angka di atas Rp 2 juta kembali hari ini, setelah sekian bulan berada di kisaran Rp 1.8 juta – Rp 1.9 juta. Apakah pada kisaran angka di atas Rp 2 juta akan bertahan lama ?

Tidak ada yang tahu sebagaimana tidak ada yang tahunya outcome dari panasnya situasi Iraq saat ini dan hangatnya pemilu Presiden dalam tiga pekan kedepan. Bila kondisi Iraq tereskalasi, maka harga emas dunia akan cenderung naik lebih tinggi. Bila PEMILU presiden kita tidak berjalan mulus, nilai Rupiah-pun akan jatuh.

Maka seperti yang saya jelaskan berulang kali di situs ini sejak tujuh tahun lalu kami perkenalkan Dinar emas adalah Dinar emas bukanlah untuk spekulasi jangka pendek. Dia adalah instrumen untuk proteksi nilai dalam jangka panjang, termasuk proteksi nilai ketika dunia dan negeri ini lagi gaduh seperti yang kita hadapi hari-hari ini. Wa Allahu A’lam.

12 Juni 2014

Buku Ke 13 : Kebun Al-Qur’an

Setelah sampai buku ke 12 dicetak oleh para penerbit professional, buku saya yang ke 13 dengan judul : Kebun Al-Qur-an, Jalan Menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur – saya buat dalam bentuk e-book saja supaya bisa digratiskan dan bisa menyebar lebih cepat ke masyarakat secara luas. Buku itu kini sudah bisa di-download melalui scribd atau bagi yang familiar bisa juga dengan menggunakan Google drive.



Sama dengan buku-buku sebelumnya yang merupakan kompilasi dari tulisan-tulisan saya, penerbitan buku ini diharapkan memudahkan pembaca yang tertarik untuk mendalami tema sentral yang sedang kita angkat dalam suatu periode.

Setengah tahun terakhir misalnya tema sentral  kita tentang Kebun Al-Qur’an, maka buku ini meng-compile seluruh tulisan yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan ‘project’ Kebun Al-Qur’an ini.

Ada sekitar 60 tulisan yang terkait dengan tema sentral Kebun A-Qur’an ini yang saya kelompokkan menjadi tiga bagian secara hampir merata. Bagian pertama terkait dengan kajian ilmunya, baik berupa ilmu yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun ilmu kauni yang terkait.

Bagian kedua adalah  terkait dengan amal yang ditindak lanjuti dalam langkah nyata – yang sudah maupun yang akan dilakukan – sebagai buah dari ilmu di bagian pertama. Amal nyata ini juga melibatkan sejumlah pembaca yang bergabung dalam acara-acara kami seperti Majlis BTWG yang insyaAllah sudah mulai berjalan secara rutin.

Bagian ketiga adalah tentang wawasan lingkungan, baik local maupun global yang mempengaruhi kehidupan kita secara keseluruhan – yang kemudian mendorong lahirnya  project kembali ke Al-Qur’an ini – sekaligus menekankan betapa pentingnya kita untuk berpegang pada petunjuk dan sumber ilmu yang baku sepanjang jaman ini.

Meskipun artikel-artikel di buku ini saya yakin sebagian pembaca sudah pernah membacanya, namun ketika dirangkai menjadi satu buku – insyaAllah akan lebih mudah ditangkap gambaran besar dari pesan apa yang hendak disampaikan.

Ketika saya menulis Pemimpin Sekelas Wali misalnya, karena fokusnya pada sang pemimpin maka seolah negeri ini tergantung pada para pemimpinnya. Namun ketika tulisan ini disandingkan dengan tulisan lain Negeri Para Wali – baru kemudian pesan menyeluruhnya bisa ditangkap.

Bahwa sesungguhnya penduduk atau rakyat seperti kita-kitalah yang akan menjadi penyebab keberkahan turun dari langit dan dari bumi ke negeri ini atau tidak. Keberkahan dari langit dan dari bumi hanya terjadi bila penduduk negeri ini beriman dan bertakwa (QS 7:96), dan orang-orang yang beriman dan bertakwa inilah yang di ayat lain disebut sebagai wali Allah itu (QS 10 : 62-63). Ketika penduduk negeri ini menjadi orang-orang yang beriman dan bertakwa – menjadi orang yang sekelas wali – maka pemimpin yang terlahir dari golongan ini tentunya juga akan sekelas wali.

Dengan pemikiran seperti ini, maka rakyat atau penduduk seperti kita-kita tidak bisa mengandalkan para pemimpin semata atau bahkan suka menyalahkannya – kita harus memperbaiki diri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita dalam segala bidang kehidupan kita, maka dengan itulah nantinya akan lahir pemimpin-pemimpin yang juga semakin beriman dan bertakwa.

Berkebun dengan Al-Qur’an barulah sebagai titik awal untuk belajar dan membuktikan sendiri bahwa kita bisa secara sangat detil berpegang pada petunjuk Al-Qur’an tersebut untuk seluruh aspek kehidupan kita.

Tentu nantinya bukan hanya ketika berkebun kita menggunakan Al-Qur’an tetapi juga ketika kita berpolitik, ketika kita berdagang, ketika kita mengurusi urusan umat seperti kesehatan , kesejahteraan dlsb. sampai-sampai seperti yang disampaikan Kyai dahulu : “ Kalau teklek (sandal kayu) saya hilang, sayapun mencarinya di Al-Qur’an” – saking yakinnya bahwa Al-Qur’an adalah jawaban untuk seluruh masalah (QS 16:89), petunjuk beserta penjelasan-penjelasannya dan sekaligus menjadi pembeda antara yang hak dengan yang batil (QS 2:185).

Buku ke 13 ini tidak dilindungi dengan ©copyright , lha wong semua sumber ilmunya juga gratis. Jadi silahkan bila pembaca mau men-download, meng-copy, menyebar luaskannya – insyaAllah halal dan menjadi kebaikan bagi siapa saja yang mau berusaha mendekatkan diri dengan Al-Qur’an dalam segala aspek kehidupannya – serta mengajak-ajak orang lain untuk menuju jalan lurus yang sama. InsyaAllah.

Saat ini Buku ini telah dicetak dalam bentuk hardcopy/cetakan, dan telah tersedia di Gerai Dinar Surabaya.

13 Mei 2014

LAMBBANK : Jual-Beli Domba Semudah Menarik Uang Di Bank…

Semenjak saya memperkenalkan konsep Lambbank tiga pekan lalu, begitu banyak pembaca situs ini yang antusias untuk mengetahui dan ingin terlibat dalam project pemenuhan daging nasional ini. Maka melalui tulisan ini saya jelaskan lebih detil tentang konsep dan operasionalisasinya. Intinya adalah  jual – beli domba biasa plus pemeliharaannya, hanya kita buatkan systemnya agar  Anda dapat melakukannya semudah menarik uang Anda dari bank.

Lokasi peternakan kami – Jonggol Farm, yang hanya 1.5 km dari pasar ternak terbesar di Jabodetabek, yaitu pasar ternak Jonggol – sangat memungkinkan untuk kami menjadi kepanjangan tangan Anda dalam menjual atau membeli ternak khususnya domba dan kambing.

Kemudian di area peternakan kami yang lumayan luas sekitar 12 hektar, juga akan menjadi lokasi yang cukup memadai untuk memelihara domba atau kambing Anda yang belum hendak dijual atau Anda ambil secara fisik.

Karena pasar domba/kambing Jonggol hanya buka pada hari Senin , maka keberadaan kami juga bisa menjadi buffer bagi para pedagang, peternak besar, pengelola qurban, pengelola aqiqah, tukang sate dlsb. yang membutuhkan domba atau kambing atau hendak menjual domba/kambingnya.

Dengan mitra-mitra tersebut kami berinteraksi jual-beli domba atau kambing secara fisik, namun dengan Anda tentu akan merepotkan bila setiap saat Anda harus membawa domba atau mengambilnya dari kami. Maka disitulah letak peran teknologi kami yang menjembatani interaksi Anda dengan pasar domba/kambing dan juga peternakan yang memelihara domba Anda. Peran ini dijelaskan dalam ilustrasi grafik berikut :


Peran Lambbank di Pasar dan Peternakan Domba/Kambing

Teknologi yang sama juga telah lama digunakan untuk mengelola Dinar (M-Dinar) Anda, sehingga Anda tidak harus setiap saat mengambil dan menyetorkan Dinar Anda secara fisik.

System atau peran yang sama bisa saja nantinya dikembangkan untuk daerah dan peternakan lain, tetapi yang diperlukan kurang lebih sama – yaitu bagaimana bisa menjembatani masyarakat luas yang ingin jual-beli dan memelihara domba atau kambing, namun karena satu dan lain hal tidak bisa melakukannya sendiri.

Bila system ini meluas nantinya insyaAllah, maka masyarakat akan bisa secara luas memiliki domba atau kambing yang pada saat yang bersamaan juga seperti memiliki hard cash karena domba atau kambingnya bisa dijual setiap saat – semudah menarik uang di bank.

System tersebut insyaAllah sudah siap saat ini dan Anda sudah bisa gunakan di situsnya langsung  www.lambbank.com . Pertanyaan-pertanyaan Anda yang sudah disampaikan ke kami selama ini, kami sampaikan jawabannya secara sekaligus melalui tulisan “Tanya Jawab Seputar Lambbank” di situs tersebut. Demikian juga tentang syarat dan ketentuannya bila Anda hendak bergabung.


Kami sarankan Anda membaca tulisan-tulisan tersebut sebelum bergabung, bahkan kalau perlu juga datang dan membuktikan secara fisik bahwa peternakan, stok domba dan pasar yang kami sebutkan di atas adalah benar-benar ada.

Sama dengan prinsip kami ketika memperkenalkan konsep Dinar, bahwa membuat orang paham adalah lebih penting dari membuat orang membeli. InsyaAllah.

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.