Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya.

29 April 2009

Harga Dinar (Emas) ... Tinggi atau Rendah Sekarang ?

Para calon pembeli Dinar terutama yang baru sering menanyakan hal ini kepada saya. Tidak mudah menjawabnya karena harga emas yang terus bergerak, dan begitu banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya harga emas ini.

Meskipun agak teknis, tulisan yang saya ambilkan dari analisa Przemyslaw Radomski dari http://www.sunshineprofits.com/ ini barangkali bisa cukup menjelaskan posisi harga emas saat ini dari kacamata jangka pendek maupun jangka panjang.

Dari kacamata jangka pendek, grafik disamping menunjukkan trend harga emas yang masih akan menurun. Ini juga sejalan dengan tulisan saya sebelumnya tentang Musim Membeli Emas/Dinar.

Bedanya adalah kalau menurut Radomski trend menurun ini hanya bersifat very-short-term on daily basis, sedangkan menurut saya sendiri bisa berlangsung lebih lama dalam beberapa bulan kedepan sampai sekitar akhir September. Itulah sebabnya saya tidak pernah menganjurkan untuk membeli emas/Dinar untuk uang yang akan digunakan dalam jangka pendek atau kurang dari 6 bulan.

Dari sudut pandang jangka panjang, Radomski menggunakan grafik di bawah untuk menjelaskan bahwa trend jangka panjang harga emas dunia masih akan naik. Bahkan saat ini harga emas dunia dipandangnya pada posisi long-term bottom atau titik terendah jangka panjang. Menurutnya saat inilah waktu yang paling baik untuk membeli emas – bila orientasi kita adalah investasi jangka panjang.

Saya sependapat dengan pandangan jangka panjang tersebut karena hampir semua negara yang dilanda krisis finansial, mengatasi masalahnya dengan ‘mencetak uang kertas’ dalam berbagai bentuknya. Cepat atau lambat daya beli uang kertas akan menurun dan terus menurun; ini yang akan menjadi faktor utama naiknya harga emas dunia. Wa Allahu A’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan masukkan komentar dan pertanyaan anda disini

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.