Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya.

24 April 2009

Bukti Kebesaran Islam dari Khasanah Keuangan


Ada dua artikel dari BBC News London dan The Local dari Swedia yang sangat menarik mengenai penemuan koin perak. Dua artikel tersebut memberitakan penemuan besar yang diumumkan oleh para arkeolog Swedia, yaitu berupa sejumlah besar koin perak yang bertuliskan Arab. Kumpulan koin ini diyakini ditimbun oleh bangsa Viking sekitar tahun 850-an Masehi.

Meskipun aspek ke-Islaman-nya tidak diungkap sama sekali oleh kedua pemberitaan tersebut, dari gambar disamping sangat jelas apa yang tertulis di koin-koin tersebut yaitu kalimat tauhid La Ilaha Illa Allah.

Dari sejarah Islam kita tahu bahwa uang Dirham dicetak dengan tulisan Arab pertama kali pada tahun ke 8 dari pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab (tahun 20 H atau sekjitar tahun 640 M). Lebih setengah Abad kemudian pada zaman Khalifah Abdul Malik bin Marwan (77 H atau sekitar 694 Masehi), Dinar juga dicetak dengan teks Islam menggunakan khath Arab Kufi, dan sejak saat itulah Dinar zaman Byzantium ditinggalkan.

Bersamaan dengan diperkenalkannya uang Islam – Dinar dengan kalimat Islam; Bahasa Arab juga menjadi bahasa dunia saat itu berdampingan dengan bahasa Yunani dan Persia. Puncaknya Islam mencapai jangakuan wilayah terluasnya juga terjadi pada zaman-zaman itu, tepatnya sekitar setengah abad berikutnya.

Kalau benar bangsa Viking menimbun Dirham yang ditemukan tersebut pada pertengahan abad 9; maka kemungkinan besar Dirham tersebut berasal dari kejayaan Kekhalifaah Islam abad itu yang diawali oleh Harun al-Rasyid kemudian dilanjutkan oleh Ma'mun Ar-Rasyid dan khalifah-khalifah sesudahnya. Zaman itulah Islam antara lain mencapai zaman keemasan kembali – The Golden Age of Islam - sesudah zaman nabi dan Khalifah ur Rasyidin.

Penemuan ini sangat tepat waktunya - Allah Maha Besar dan Dia-lah sebaik-baik pembuat skenario; ditengah kekacauan system keuangan Dunia ; ditunjukkan oleh Allah bahwa (Dinar & Dirham) inilah system keuangan yang tidak rusak oleh waktu. Disaat Islam dipojokkan dimana-mana oleh dunia barat, ditunjukkanlah ke mereka bahwa mereka perlu belajar dari Islam.

Dari penemuan ini pula kita bisa belajar, bahwa kejayaan Islam itu komprehensif; tidak hanya satu aspek kehidupan – tetapi menyeluruh dari seluruh system kehidupan di masyarakat. Bangunan Islam akan terbangun tegak kembali apabila seluruh “batu bata” nya telah siap di posisi masing-masing. Batu bata politik, sama pentingnya – tetapi tidak lebih penting - dari batubata ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah berkelanjutan dan lain sebagainya. Gerai Dinar mencoba menjadi batubata tersebut dari sisi pengenalan kembali Dinar dan Dirham sebagai mata uang yang terbukti stabil lebih dari 1400 tahun ke semua lapisan masyarakat. Meskipun saat ini Dinar dan Dirham belum diakui secara resmi sebagai alat tukar, maka pendekatan yang kami lakukan adalah penggunaan Dinar sebagai alat investasi/tabungan dan pelindung aset/harta umat. Setelah Dinar semakin luas menyebar di kalangan umat, maka akan diaplikasikan penggunaan Dinar sebagai alat tukar dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kita semua berkesempatan untuk menjadi batu bata terbaik untuk bangunan Islam itu - dari profesi dan bidang kita masing-masing, sehingga apa yang kita inginkan yaitu kembalinya era kejayaan Islam dapat segera kita sambut kembali kehadirannya. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan masukkan komentar dan pertanyaan anda disini

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.