DINAR Emas memiliki 3 fungsi : Sebagai alat tukar, timbangan yang adil dan perlindungan Nilai. Dinar Emas untuk membangun ketahanan ekonomi dan memakmurkan ummat, tetapi tidak untuk ditimbun

SEKILAS INFO !!!

BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN, SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL

Dasar/Hadits Diperbolehkannya Perdagangan Dinar (Emas)

Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi Muhammad SAW bersabda : “ (Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai ”

Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya. Dinar dan Dirham saat ini belum diakui secara resmi oleh Pemerintah sebagai alat tukar, sehingga pengenalan kembali Dinar dan Dirham di kalangan umat, digunakan pendekatan sebagai bentuk investasi/tabungan dan pelindung aset/harta umat. Dinar sebagai mata uang yang berasal dari Dunia Islam, sepanjang sejarah telah terbukti memiliki daya beli yang stabil lebih dari 1400 tahun. Dalam kurun 40 tahun terakhir, Rupiah mengalami penurunan daya beli akibat INFLASI rata-rata 8 % per tahun, sedangkan US Dollar mengalami penurunan rata-rata 5 % per tahun. Sebaliknya dalam kurun waktu yang sama, nilai Dinar mengalami kenaikan nilai rata-rata 28,73 % per tahun terhadap Rupiah dan kenaikan rata-rata 10,12 % per tahun terhadap US Dollar. Bandingkan dengan bagi hasil Deposito di Bank yang berkisar 6 % - 8 %. Dinar dapat digunakan sebagai investasi/tabungan jangka menengah/panjang, sangat cocok untuk rencana jangka panjang seperti menunaikan ibadah haji, biaya pernikahan anak, biaya sekolah anak, biaya membeli/perbaikan rumah, warisan (Islam melarang kita meninggalkan keturunan yang lemah) dan lain sebagainya. Beban biaya dan kebutuhan hidup yang semakin berat memang tidak terasa ... dengan asumsi inflasi 7,5 % per tahun saja, biaya hidup kita dalam Rupiah akan meningkat lebih dari 100 % dalam 10 tahun mendatang. Kekuatan khasanah keadilan mata uang Dinar dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset/harta kita dari kehancuran/penurunan nilai uang seperti yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu Sanering Rupiah tahun 1965 dan Krisis Moneter tahun 1997-1998.

09 Desember 2011

Bila Suatu Negeri (Terancam) Bangkrut, Apa Yang Bisa Dilakukan Rakyatnya …?

Kebanyakan kita mungkin berpikir bahwa suatu negeri tidak bisa bener-bener bangkrut, tetapi mengapa pelaku pasar akhir-akhir ini dihantui oleh kekawatiran negeri-negeri seperti Yunani, Spanyol, Italy, Portugal dlsb. akan bangkrut ?. System ekonomi suatu negara sebenarnya tidak lebih dari mekanisme supply and demand. Dia akan sehat bila ada keseimbangan antara sisi supply dan sisi demand-nya.

Sisi supply adalah produksi barang dan jasa, sedangkan sisi demand-nya adalah konsumsi masyarakat dan yang terbesar biasanya konsumsi pemerintah. Seperti sebuah rumah tangga saja, bila produksinya kalah dengan konsumsi – maka cepat atau lambat keluarga tersebut akan bangkrut.

Demikian pula negara, bahkan negara besar seperti Amerika-pun tidak lepas dari ancaman kebangkrutan ini. Di negeri itu misalnya data terakhirnya menunjukkan bahwa ada 48 juta orang yang menerima kupon makanan (food stamps), deficit anggarannya mencapai US$ 1 Trilyun, hutang pemerintah federalnya mencapai US$ 15 trilyun, Unfunded federal liabilities (jaminan social yang tidak tersedia dananya) mencapai US$ 50 trilyun.

Tetapi mengapa Amerika belum juga bangkrut ?, karena negeri-negeri lain di dunia masih percaya sama mereka dan masih mau memberi mereka pinjaman, dengan menggunakan uang Dollar-nya dlsb. Tetapi akankah terus demikian ?, disinilah masalahnya – begitu negeri lain tidak lagi mempercayai mereka – pasti mereka akan bangkrut.

Karena kebangkrutan ini bisa melanda negara mana saja. Negara besar maupun yang kecil, yang maju maupun yang berkembang, maka kita juga harus bisa berpikir kemungkinan yang sama bisa juga melanda negeri kita – bahkan kita pernah nyaris mengalaminya di tahun 1965/1966 dan 1997/1998.

Dengan berpikir bahwa suatu negeri bisa bangkrut, bukan berarti bahwa kita menyebarkan pesimisme atau pikiran negative – tetapi justru sebaliknya, agar kita terpacu untuk berbuat maksimal. Dalam istilah business planning sering digunakan apa yang disebut ‘prepare for the worst, do for the best’ , bersiap untuk menghadapi yang paling buruk tetapi berbuat untuk mencapai yang terbaik.

Nah, apa yang bisa dilakukan rakyat seperti kita-kita untuk bisa membantu agar negeri ini jauh dari ancaman kebangkrutan ?. Sisi supply atau sisi produksi-lah yang bisa kita ikut genjot, sebaliknya sisi konsumsi khususnya produk-produk impor harus bisa kita tekan. Kesadaran dan kerja keras untuk menggejot produksi (dalam negeri) dan menekan konsumsi (import) inilah sisi ikhtiari yang bisa menyelamatkan negeri ini dari kebangkrutan.

Untuk sementara ini memang kita nampaknya masih harus sering ‘ngelus dodo’ ketika melihat pemegang otoritas negeri ini masih suka impor kentang yang membuat petani kentang menjerit, mengimpor ikan ketika sebagian nelayan kita masih harus membuang ikan karena tidak ada yang membeli dlsb. Tetapi kejadian-kejadian kasuistis semacam ini tidak perlu menggoyahkan semangat kita untuk berproduksi. Apalagi kita bekerja keras dan berproduksi bukan untuk siapa-siapa, itulah memang tugas kita di muka bumi ini : …Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya..." (QS 11 : 61). Tidakkah kita merasa bahwa yang disebut Allah ‘kamu’ dalam ayat ini adalah termasuk diri kita juga ?.

Rasa menjadi orang yang ditugasi ini inilah yang harus kita bangun pada diri kita, sehingga dengan demikian kita akan memiliki tekad untuk bisa melaksanakan tugas memakmurkan bumi ini. Bahwa sebagian dampaknya nanti akan menyelamatkan negeri ini dari kebangkrutan, itulah rahmatan lil alamin-nya ajaran agama ini.

Sekecil apapun kontribusi kita, insyaAllah tidak ada yang sia-sia. Itulah sebabnya melalui situs ini kami banyak berusaha untuk bisa mengajak pola pikir positif dalam membangun kemakmuran melalui kerja keras yang riil. Situs kami tetap Gerai Dinar namanya, tetapi ajakan untuk berproduski secara riil akan lebih dominan ketimbang membicarakan Dinar itu sendiri atau bahkan sibuk memperdebatkannya – Dinar hanyalah salah satu alat untuk membangun kemakmuran sebagaimana fungsi yang diembankan ke kita semua di ayat tersebut diatas – Dinar bukan tujuan !. InsyaAllah.

0 komentar:

Poskan Komentar

silakan masukkan komentar dan pertanyaan anda disini

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.