Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya.

08 Juni 2011

Aset dan Kemakmuran Anda : Reducing, Preserving or Producing...

Dalam kaitannya dengan pengaruh terhadap dinamika kemakmuran Anda, aset-aset Anda dapat dikategorikan menjadi tiga jenis aset yaitu yang disebut Wealth Reducing Assets – aset yang justru menggerogoti kemakmuran Anda, Wealth Preserving Assets – aset yang mampu mempertahankan kemakmuran Anda, dan Wealth Producing Assets – aset yang meningkatkan kemakmuran Anda. Pengetahuan akan ketiganya akan meningkatkan kemampuan Anda mengelola aset-aset Anda secara optimal, untuk memakmurkan Anda sendiri dan orang-orang di sekitar Anda.

Mungkin Anda bertanya, kok Ada jenis aset yang justru menggerogoti kemakmuran ?. Ilustrasinya begini, bila Anda sekarang memiliki uang Rp 5,000,- uang tersebut dapat Anda belikan beras 1 kg yang dapat untuk konsumsi Anda sekeluarga dalam dua hari. Bila uang Anda tersebut tidak dibelikan beras sekarang, disimpan dengan jumlah yang sama – maka 4 tahun lagi uang yang sama tersebut hanya cukup untuk membeli 0.5 kg beras – yang hanya cukup untuk konsumsi 1 hari. Jadi dalam hal ini uang kertas yang Anda pegang/simpan saja – menjadi Wealth Reducing Asset atau aset yang mengurangi kemakmuran Anda.

Tidak hanya Rupiah, hal yang sama terjadi pada Dollar. Bila US$ 1 sekarang hampir cukup untuk membeli 1 liter bensin di pom-pom bensin asing yang kini marak, lima tahun lagi uang Dollar yang sama tidak akan cukup untuk membeli 1/2 liter bensin. Jadi Dollar Anda juga termasuk kategori Wealth Reducing Asset.

Bahkan ketika Rupiah atau Dollar tersebut di depositokan dengan hasil rata-rata 7% untuk Rupiah dan 2.5 % untuk Dollar, dalam lima tahun terakhir sejak januari 2006 Rupiah dan Dollar ini tetap menjadi Wealth Reducing Assets karena pertumbuhan nilainya kalah dengan inflasi yang menurunkan daya belinya terhadap bahan pangan misalnya.

Aset jenis kedua Wealth Preserving Assets adalah aset yang sekedar mampu menjaga tingkat kemakmuran yang sama bila aset tersebut Anda pegang atau simpan. Rumah yang Anda tinggali misalnya, meskipun dalam Rupiah nilainya terus naik – tetapi tidak membuat Anda bertambah makmur – lha wong rumahnya ya tetap yang itu kok.

Contoh lain yang sangat kongkrit adalah emas atau Dinar Anda, bila Anda simpan kapanpun meski nilainya dalam Rupiah menjadi berlipat-lipat – tetap tidak akan mampu meningkatkan kemakmuran Anda. Dinar atau emas hanya akan mampu mempertahankan kemakmuran Anda – sebagai Wealth Preserving Assets – karena satu Dinar Anda tetap setara satu ekor kambing selama lebih dari 1400 tahun !.

Bila memegang Rupiah atau Dollar membuat kemakmuran berkurang, memegang emas atau Dinar membuat kemakmuran bertahan – lantas aset dalam bentuk apa yang bisa kita pegang yang membuat kemakmuran meningkat ?. Ada dua solusi untuk ini.

Pertama adalah aset-aset Anda dijadikan aset yang memang tumbuh atau bertambah secara fisik atau bertambah secara significant nilainya – sehingga mampu mengalahkan inflasi, seperti menanam pohon, memelihara kambing, memproduksi kerajinan, memproses berbagai bahan baku menjadi produk jadi yang bernilai lebih dlsb.

Kedua adalah aset Anda dijadikan modal yang terus berputar. Kalau aset Anda berputar seminggu sekali saja dengan hasil bersih 1 %, pertumbuhan aset Anda sudah akan seperti Abdurahman bin 'Auf. Jadi Aset yang digunakan untuk menumbuhkan benda riil, men-create nilai tambah atau terus berputar sebagai modal adalah aset yang akan menjadi Wealth Producing Assets – atau aset-aset yang akan meningkatkan kemakmuran Anda. Ilustrasi grafik dibawah menggambarkan hal ini secara lebih jelas.

Assets and Wealth

Assets and Wealth

Garfik aset Rupiah dan Dollar yang di depositokan ( apalagi yang disimpan dibawah bantal !) terus menurun daya belinya terhadap benda riil – menggunakan harga emas (= harga kambing) yang digunakan sebagai standar referensi. Emas atau Dinar sendiri berdaya beli datar/ tetap. Sedangkan asset Anda yang digunakan sebagai modal dagang a la Abdurrahman bin ‘Auf meningkat dengan pesat.

Agar kedepannya lebih banyak aset-aset Anda menjadi Wealth Producing Assets, serangkaian program telah kami perkenalkan lewat berbagai tulisan di situs ini seperti Program Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin – untuk mencetak para (calon) pengusaha yang Qowiyyun Amin, sampai Gold Based Capital yang akan mendorong emas atau Dinar Anda menjadi modal yang produktif.

Dengan program-program tersebut insyaAllah asset Anda bukan hanya kan meningkatkan kemakmuran Anda sendiri, tetapi juga bermanfaat untuk ikut meningkatkan kemakmuran orang lain. InsyaAllah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan masukkan komentar dan pertanyaan anda disini

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.