Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya.

10 Mei 2012

Tren Musiman Harga Emas

Berikut kami sajikan saduran tulisan dari Bob Kirtley mengenai tren musiman harga emas dunia dengan variasi model periode waktu tertentu. Linknya dapat dilihat disini http://www.mining.com/2012/02/11/gold-seasonality-can-we-can-profit-from-it/http://www.mining.com/2012/02/11/gold-seasonality-can-we-can-profit-from-it/
Data musiman dapat diamati dengan variasi variabel yang luas. Dalam bisnis, penjualan, produksi, persediaan, dan jam kerja, dapat diprediksi dengan pengaruh musim. Begitu pula dengan harga emas. Dalam bulan-bulan tertentu harga emas bergerak sesuai dengan prediksi musiman dari tahun ke tahun.
Sebagaimana yang kita tahu, dua hal yang mempengaruhi  harga baik produk tangible (produk yang sifatnya fisik atau nyata) dan intangible (produk non-fisik yang sulit dihargai tapi punya nilai seperti merek, aset SDM dll) adalah-supply (penawaran) dan demand (permintaan).
Dari sisi suplay pertambangan, emas cenderung tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Rata-rata produksi emas dunia setiap tahun adalah 1.5% dari seluruh cadangan emas yang ada di dunia. Sehingga pengaruh musim pergerakan harga emas lebih dipengaruhi oleh variasi supply dan demand pasar  emas pada waktu-waktu yang berbeda dalam satu tahun, karena supply bisa saja naik oleh faktor non-tambang, seperti investor yang menjual emasnya.
Dibawah ini adalah tren rata-rata harga emas bulanan sejak 1969. Untuk  mendapatkan data ini kami hanya menjumlahkan harga rata-rata emas  bulanan setiap tahunnya sejak 1969 dan membaginya dengan jumlah tahun yang diobservasi yaitu 43.Untuk menghasilkan grafik ini, kami membuat indeks harga emas. Hari pertama pada setiap tahunnya ditetapkan sebagai angka basis 1. Setiap hari dibandingkan dengan hari sebelumnya ;apabila hari ke 2 lebih tinggi dibanding hari pertama,indeks naik dengan persentase kenaikan selama 2 hari dan begitu pula sebaliknya.
 


Trennya jelas –secara rata-rata, harga emas naik setiap bulan selama 43 tahun terakhir. Kesimpulan ini tidak berlaku dalam skala musiman (atau jangka pendek). Berdasarkan gambar di atas, tidak ada the best time (waktu terbaik) setiap tahun untuk membeli atau menjual emas, setiap saat adalah baik, sebagaimana hasilnya adalah positif secara linear. Oleh karenanya diperlukan analisis lebih lanjut.





Gambar di atas mengatasi kendala pembatasan original. Pertama, kita telah meningkatkan -data observasi dari 12 ( rata-rata bulanan) menjadi 250 (jumlah hari dari perdagangan efektif emas dalam setahun). Karena data yang diambil mengalami peningkatan, begitu pula detail linear. Seseorang dapat menganalisa tren tidak hanya bulanan, tetapi mingguan, bahkan harian, sehingga dapat memperjelas pola yang dihasilkan. Kedua, kita dapat memefokuskan rentang data dari 43 tahun menjadi 11 tahun saja, ini memberi kita informasi yang lebih akurat.
Antara akhir April dan awal Juli, harga emas sangat datar selama 11 tahun terakhir, sebagaimana terlihat pada gambar dengan kenaikan rata-rata indeks hanya 1,4 poin

Penurunan ini dikenal dengan kelesuan musim panas (summer doldrums).Ada beberapa pendapat mengenai penurunan ini. Pertama, karena ada kaitan erat kebutuhan energi dengan musim panas. Ketika musim panas, kebutuhan energi berkurang, sehingga permintaan energi turun dan harganya pun turun. Karena emas sebagai cermin seluruh komoditas, maka harga emaspun turun seiring dengan turunnya harga energi. Ada pula pendapat kedua, pada  musim panas, orang cenderung pergi berlibur, sehingga  aktivitas ekonomi global pun menurun, demikian pula permintaan emas pun ikut turun.


Peningkatan permintaan emas  mengalami peningkatan di bulan Agustus/September yang merupakan akhir musim panas dan awal musim dingin di belahan bumi utara. Pada periode ini bertepatan pula dengan musim panen di Asia/India. Para petani dan produsen agribisnis ini tidak terbiasa menyimpan aset mereka di bank atau lembaga keuangan lainnya, mereka lebih memilih menyimpan dalam bentuk emas. India merupakan negara baru importir emas terbesar di dunia. Maka faktor ini memicu kenaikan harga emas pada periode tersebut.


 



Sedangkan data diatas adalah grafik dengan rentang waktu yang lebih pendek 2007-2011
Gambar dibawah ini bisa bermakna banyak hal. Tren musiman harga emas dengan 4 perbandingan yang berbeda memberiki kita 4 hasil yang menarik.
 



Puncak tertinggi dan terendah seimbang dalam setiap model. Dari gambar ini kita dapat mengambil kesimpulan, harga emas sepenuhnya mengikuti pola  musiman dan mengikuti tren yang sama sejak 1969.
Gambar berikut di bawah ini menunjukkan model  yang sedikit skeptis terhadap model musiman. Gambar di bawah adalah tren rata-rata harga emas harian per tahun, mulai 2002 hingga 2011. Polanya tidak begitu jelas dan sebagai peringatan yang baik bahwa apapun bisa saja terjadi dengan harga emas dalam setiap tahun.



Simpulan

Harga emas dengan tegas memiliki pola musiman. Dalam jangka panjang, tren harga emas cenderung naik dan investor dapat meraih keuntungan darinya


Insya Allah pada tahun 2012 akan menjadi tahun yang bersejarah bagi ekonomi global dan ada kenaikan harga yang signifikan dalam harga emas (walau hari-hari ini emas sedang tertekan turun). Investasi emas dalam jangka pendek memang tidak disarankan karena banyak variabel yang mempengaruhi fluktuasinya, terlebih di era ekonomi global yang rentan seperti sekarang .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan masukkan komentar dan pertanyaan anda disini

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.