Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya.

14 Mei 2009

Dinar, Dollar dan US $ Index ...


PDF Print E-mail


Dinar since 2000

Pada tulisan saya kemarin, saya menyajikan kinerja harga Dinar dalam Rupiah disandingkan dengan harga emas dunia dalam US$ /oz dan juga US$ Index. Dalam jangka pendek satu sampai lima bulan sejak awal tahun ini, grafik keduanya menunjukkan gerakan harga Dinar dalam Rupiah yang sejalan dengan gerakan US$ Index.

Agar informasi yang saya sajikan tersebut lebih komplit, maka kali ini saya sajikan grafiknya dalam tempo yang lebih panjang yaitu sejak awal 2000 lalu. Dari grafik disamping Anda sekarang bisa lihat, bahwa dalam jangka yang lebih panjang –Harga Dinar (dalam Rupiah) cenderung konsisten berjalan seiring dengan harga emas dunia dalam US$ - yang berlawanan arah dengan pergerakan US$ Index.

Artinya apa ini ?

Fenomena yang seharusnya Rupiah memiliki daya beli yang menguat pada saat pembandingnya (US$) melemah, ternyata hanya bisa bertahan dalam periode yang pendek. Dalam jangka panjangnya daya beli Rupiah (paling tidak bila diukur dengan daya belinya terhadap emas) cenderung sejalan dengan menguat atau melemahnya daya beli US$.

Lantas akan kemana arah US$ kedepan ?

Tidak ada yang bisa mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi kedepan, hanya saja kalau kita lihat trend yang ada dalam dasawarsa terakhir seperti yang ditunjukkan oleh grafik diatas – rasanya sulit untuk membayangkan tiba-tiba trend berbalik arah. Artinya saya cenderung berpendapat bahwa trend yang ada sekarang akan terus demikian, mungkin ada koreksi-koreksi jangka pendek tetapi tidak akan merubah arah trend jangka panjangnya.

Hal ini juga ditunjang dengan perilaku otoritas moneter dunia yang mencetak uang kertas seenaknya selama krisis berlangsung lebih dari setahun terakhir. Kedua adalah perlahan tetapi pasti negara-negara seperti China mulai mengurangi ketergantungannya pada US$. Mereka mulai pinter untuk tidak tertipu dengan keperkasaan US$ sesaat.

Dari grafik tersebut diatas – kita juga bisa tahu bahwa tanpa krisis-pun US$ menurun daya belinya selama dasawarsa terakhir; bagaimana mungkin dalam krisis atau setelahnya dia akan meningkat daya belinya ? Wa Allahu A’lam.

Bagaimana Mendeteksi Keaslian Kadar dan Berat Dinar ?


Pada dasarnya sulit sekali untuk memalsukan koin Dinar. Banyak kendala yang dihadapi oleh pemalsu untuk merealisasikan niat jahat mereka. Beberapa kendala yang dapat disebutkan adalah antara lain kendala desain cetak, dimensi/ukuran koin Dinar, berat koin dan nilai jual saat dilepas ke pasar. Karena adanya kendala-kendala tersebut diatas maka pemalsu koin Dinar hanya mampu memalsukan koin emas yang sudah langka saja dimana baik desain, ukuran maupun beratnya sudah tidak lagi diketahui standarnya oleh masyarakat umum.

Koin Dinar emas produksi PT Antam Tbk adalah produk yang sudah terstandar dalam desain, ukuran dan beratnya. Namun bagi pemilik Dinar emas yang ingin lebih dekat mengenal koin miliknya, berikut beberapa cara sederhana yang dapat digunakan :

1. Orang-orang jaman dahulu menggigit koin emas untuk mengecek keasliannya, karena seperti diketahui emas adalah logam mulia yang bersifat lunak. Cara ini sangat tidak dianjurkan karena selain tidak akurat dan akan merusak desain koin juga akan merusak gigi.

2. Perhatikan desain koin dinar emas. Bila perlu gunakan kaca pembesar untuk melihat lebih detail. Pada bagian depan koin yaitu bagian yang ada tulisan dalam huruf latin “Logam Mulia Indonesia”, terdapat tulisan setengah lingkaran dalam bentuk tulisan “arab gundul” dan dibaca “Logam Mulia Indonesia”. Di samping menara sebelah kiri adalah tulisan “4,25 g” yaitu berat koin dinar emas sedangkan di samping menara sebelah kanan adalah tulisan “ Au 917” dimana Au (Aurum) adalah simbol kimia untuk logam mulia emas sedangkan 917 (22 karat) adalah kadar emas yang terdapat dalam koin. Simbol kimia untuk logam mulia perak adalah Ag (Argentum). Pada koin dinar emas PT Antam, perak menjadi campuran bahan dasar koin sebanyak 8,3 % sehingga koin dinar lebih berwarna cerah. Sebagai informasi tambahan, XAU adalah simbol harga untuk emas, XAG adalah simbol harga untuk perak sebagaimana IDR adalah simbol harga untuk Rupiah Indonesia dan USD adalah simbol harga untuk Dollar Amerika. Selanjutnya, disain bagian belakang koin terdapat tulisan dua kalimat syahadat dalam bentuk melingkari koin dengan corak kaligrafi “Diwani”. Diwani adalah salah satu dari 8 gaya penulisan kaligrafi populer dimana tujuh lainnya adalah Kufi, Tsuluts, Nashki, Riq'ah, Ijazah (Raihani), Diwani Jali dan Farisi.

3. Seperti telah disebutkan diatas, koin dinar emas terbuat dari campuran antara emas dengan perak dengan komposisi kadar emas sebesar 91,7 % dan perak sebesar 8,3%. Emas memiliki tingkat kepadatan (density) yang tinggi yaitu untuk satu meter kubik emas akan memiliki berat 19.300 kg (19,3 ton) bandingkan dengan satu meter kubik besi hanya akan mempunyai berat 7.874 kg. Untuk satu meter kubik perak akan memiliki berat 10.490 kg. Dengan tingkat kepadatan emas dan perak yang demikian tinggi maka campuran antara emas sebanyak 91,7% dengan perak sebanyak 8,3% akan selalu menghasilkan berat 4,25 gr. Saya menggunakan timbangan digital dengan tingkat akurasi 0.01 gr untuk menimbang semua koin dinar emas yang saya beli maupun yang saya jual.

4. Koin dinar emas produksi PT Antam Tbk memiliki diameter lingkaran sebesar 23 mm. Dengan menggunakan jangka sorong (sigmat / vernier caliper) semua koin dinar emas yang saya beli memiliki ukuran diameter lingkaran 23 mm dan ketebalan 1 mm.

5. Sebuah koin berbentuk lingkaran dengan kombinasi ukuran diameter lingkaran 23 mm, tingkat ketebalan 1 mm dan memiliki berat 4,25 gr hanya dapat dihasilkan jika logam yang menjadi bahan dasarnya adalah terdiri dari emas 91,7% dan perak 8,3%. Kombinasi tiga variabel tersebut merupakan kombinasi yang tidak dapat dipisahkan dalam membuat koin dinar emas. Bila terbuat dari jenis logam yang lain, besi misalnya, dengan bentuk lingkaran berdiameter 23 mm dan berat 4,25 gr akan memiliki ketebalan lebih dari 1 mm. Bila dibuat dalam bentuk lingkaran berdiameter 23 mm dan tingkat ketebalan 1 mm maka beratnya tidak akan mencapai 4,25 gr. Demikian juga bila dibuat dengan tingkat ketebalan 1 mm dan berat 4,25 gr maka diameternya pasti akan lebih dari 23 mm.

6. Ada logam lain yang memiliki tingkat kepadatan mendekati tingkat kepadatan emas yaitu platinum. Tingkat kepadatan platinum adalah untuk setiap 1 meter kubik platinum memiliki berat 21.450 kg ( emas = 19.300 kg ). Namun karena harga platinum jauh diatas harga emas, maka memalsukan koin dinar emas dengan bahan dasar platinum secara ekonomis tidak masuk akal. Mau dijual di pasar dengan harga berapa ?

7. Jadi, hanya dengan menggunakan kaca pembesar, jangka sorong dan timbangan digital dengan tingkat akurasi 0,01 gr, siapapun dapat dengan mudah menetukan keaslian desain dan kebenaran kadar emas dari dinar emas produksi PT Antam Tbk.

Perlu diketahui bahwa pengetesan sederhana yang saya lakukan terhadap koin dinar emas yang saya jual maupun beli adalah pengetesan lapis ketiga. Pengetesan lapis pertama dilakukan oleh PT Antam Tbk sendiri sedangkan lapis kedua dilakukan oleh Gerai Dinar dengan menggunakan alat canggih yang dapat dengan cepat mengetahui kebenaran kadar emas tidak hanya dalam bentuk koin dinar tetapi juga dalam bentuk emas batangan dan emas perhiasan. {Sumber : Prospek Dinar}

13 Mei 2009

Geliat Emas/Dinar di Musim Harga Rendah ...


PDF Print E-mail


Dalam tulisan saya tanggal 31 Maret lalu dengan judul Musim Membeli Emas/Dinar saya membuat prediksi berdasarkan statistik lima tahun terakhir bahwa harga emas dunia akan cenderung rendah sampai akhir bulan September mendatang.

Tulisan kali ini meng-update tulisan sebelumnya – khususnya dalam hal perkembangan harga emas dunia sebulan terakhir. Dengan memperhatikan grafik disamping, bisa jadi musim ‘kemarau’ harga emas rendah ini berlangsung lebih cepat dari perkiraan saya.

Per pagi ini harga emas dunia mengalami kenaikan 5.06 % dalam tiga puluh hari terakhir. Penyebabnya adalah US$ yang cenderung melemah seperti yang tergambar dalam latar belakang grafik. Kaitan tentang naiknya harga emas dunia bila US$ melemah ini dapat dilihat di tulisan saya dengan judul Mengenal Gold Dinar Quadrant.

Untungnya kali ini Rupiah berberak kearah yang benar yaitu menguat, sehingga kita yang di Indonesia dapat menikmati harga emas –berarti juga harga Dinar – yang lebih rendah dibandingkan sebulan yang lalu. Per pagi ini harga Dinar di GeraiDinar.Com mengalami penurunan 3.03% dibandingkan dengan harga sebulan yang lalu.

Pertanyaannya adalah kearah mana harga emas dunia akan bergerak dalam beberapa bulan kedepan ?.


Dari grafik 1 bulan diatas dan juga grafik 5 bulan terakhir disamping, nampaknya arah US$ akan cenderung melemah – yang dicerminkan oleh menurunnya US$ Index. Artinya harga emas dunia dalam US$ akan cenderung naik lebih cepat dari perkiraan saya semula.

Bagimana dengan harga Dinar dalam Rupiah ?.

Sangat tergantung dengan kekuatan Rupiah ini sendiri. Yang cukup significant akan mempengaruhi harga Rupiah dalam bulan-bulan mendatang adalah situasi politik dalam negeri khususnya terkait dengan pemilu presiden.


Bila semua berjalan lancar dan pasar gembira dengan hasilnya, maka Rupiah kemungkinan besar akan menguat – dan penguatan ini dapat meng-offset kenaikan harga emas dunia dalam Dollar. Artinya harga Dinar berpeluang turun, bila pemilu presiden berjalan lancar.

Sebaliknya bila ada masalah dalam pemilu, atau hasilnya tidak di respon positif oleh pasar, maka Rupiah akan kembali melemah. Bila ini terjadi bersamaan dengan melemahnya US$ maka Dinar akan berada di Quadrant III ,artinya harga akan naik.

Sekali lagi ini hanya prediksi statistik dan saya bisa saja keliru. Wa Allahu A’lam.

11 Mei 2009

Extinction Level Event : Teori Kepunahan Bank-Bank Besar Amerika ...

by Muhaimin Iqbal

Extinction Level Event (ELE) adalah istilah untuk kejadian atau musibah yang sangat besar yang memusnahkan mayoritas penduduk bumi. Contoh fiksinya ada di cuplikan film Deep Impact yang Anda dapat saksikan dengan klik disini

Yang menarik adalah istilah Extinction ini mulai digunakan untuk menggambarkan kondisi bank-bank raksasa Amerika saat ini. Yang menggunakan istilah ini pun tidak tanggung-tanggung, televisi bisnis paling kesohor di dunia yaitu CNBC dalam head line berita dengan judul “Big US Banks May Be Headed For Extinction—And Soon” Sabtu kemarin.

Banyak teori tentang kepunahan bank-bank besar Amerika ini; diantaranya adalah mereka menjadi terlalu besar sehingga pihak otoritas-pun tidak bisa mengaturnya. Karena sangat besar tetapi tidak bisa diatur, maka ketika terjadi malpraktek dampaknya akan menyeret kehancuran bank-bank maupun berbagai institusi keuangan lainnya. Keterpaksaan pemerintah untuk mem-bailout beberapa institusi keuangan raksasa Amerika baru-baru ini adalah bentuk nyata dari situasi ketidak berdayaan pemerintah menghadapi institusi-institusi raksasa tersebut.

Rangkaian bailout yang dilakukan pemerintah Amerika tersebut-pun jauh hari sudah diingatkan bahayanya oleh dua orang yang competent dibidangnya yaitu Minneapolis Federal Reserve President Gary Stern dan Sr VP Ron Feldman dalam buku yang berjudul “TOO BIG TO FAIL: THE HAZARDS OF BANK BAILOUTS” (2004). Menurut mereka tindakan pemerintah melakukan bailout terhadap bank-bank yang gagal justru akan mendorong perilaku masyarakat untuk berani mengambil risiko yang seharusnya tidak diambil.

Konsekwensi dari teori ini adalah pasca bailout risiko perbankan di Amerika justru meningkat bukan sebaliknya– karena di benak masyarakat toh akan ada pemerintah yang akan bailout bila terjadi sesuatu.

Dari beberapa faktor tersebut, maka menurut para pelaku pasar mereka sendiri kepunahan bank-bank besar Amerika adalah suatu keniscayaan – yang belum pasti tinggal waktunya. Ada yang berpendapat kepunahan ini akan terjadi dalam beberapa bulan kedepan (pendapat George Ball, Chairman dari Sanders Morris Harris Group), namun juga ada yang berpendapat akan terjadi dalam lima tahun kedepan (Pendapat Paul J Miller, bank Analyst dari FBR Capita Markets).

Karena kepastian akan kepunahan ini, istilah kesombongan mereka selama ini Too Big To Fail atau Terlalu Besar Untuk Gagal kini telah menjadi sindiran Too Big To Exist atau Terlalu Besar Unuk Tetap Ada.

Saya sendiri sangat percaya akan kepunahan bank-bank besar ini karena sudah diberitakan ke kita sejak lebih dari 1400 tahun lalu : “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS 2 : 276)

Bahkan bukan hanya bank-bank besar, berdasarkan ayat tersebut diatas – maka bank-bank kecilpun yang masih menggunakan system ribawi pasti akan musnah.

Kalau bank-bank besar (dan kecil) Amerika punah dan secara systemic akan menular secara cepat ke sistem sejenis di seluruh dunia, lantas sistem keuangan apa yang akan selamat ?. Tentu system keuangan yang berjalan menurut syariahNya yang akan selamat.

Konkritnya seperti apa ?, saya menjagokan Baitul Mal Wat Tamwil atau BMT sebagai cikal bakal system keuangan masa depan – sebagai pengganti system ribawi yang sekarang.

Dalam rangka untuk ikut menyiapkan sistem alternatif ini maka Insyallah dalam satu bulan kedepan model BMT masa depan kita akan siap secara penuh beroperasi. Di BMT model ini selain masyarakat bisa ber-investasi, kita juga akan adakan berbagai pelatihan , pengembangan dan lain sebagainya yang terkait dengan produk-produk keuangan Islami . Insyaallah

08 Mei 2009

Dinar Sebagai Investasi dan Proteksi Nilai ...


Fokus saya memperkenalkan Dinar di situs ini memang belum sebagai uang dalam arti sempit yaitu sebagai alat tukar saja. Namun fungsi uang dalam arti luas sudah dengan amat sangat baik dapat diperankan oleh Dinar ini.

Dari tiga fungsi uang dalam arti luas yaitu sebagai alat tukar (medium of exchange), fungsi satuan pembukuan ( unit of account), dan fungsi penyimpan nilai (store of value), setidaknya saat inipun Dinar sudah dapat memerankan dengan sangat baik dua dari tiga fungsi tersebut yaitu sebagai unit of account maupun store of value.

Karena belum berfungsinya satu dari tiga fungsi uang tersebutlah, maka Gerai Dinar (dan ini juga sejalan dengan kedudukan emas/Dinar dalam hukum Indonesia), memperkenalkan Dinar sebagai instrumen Investasi dan Proteksi/Pelindung Nilai.

Kelak Insya Allah setelah Dinar menyebar, seperti prediksi ‘dewa’-nya futurolog barat John Naisbitt orang akan dengan sendirinya menggunakan Dinar sebagai uang dalam arti sesungguhnya.

Dalam kaitan dengan investasi, memang banyak sekali instrumen investasi di pasar, mulai dari deposito, reksadana , SBI, saham dan lain-lain sejenisnya. Menurut hemat saya, instrumen-instrumen investasi tersebut hanya sebagi investasi – tidak menjadi proteksi nilai.

Ambil contoh misalnya, bisa saja uang kita memberikan bagi hasil 6 %/tahun di Deposito, atau nilai saham kita mengalami kenaikan nilai diatas 20 %/tahun - kemudian terjadi krisis moneter seperti tahun 1997/1998 dimana Rupiah nilainya tinggal seperempatnya – lantas apa artinya hasil yang 6 % atau kenaikan yang 20 % dalam nilai uang kertas tersebut dibandingkan dengan penyusutan nilai uang kertas yang tinggal ¼ nya ?

Disinilah alasannya mengapa investasi Anda yang dinilai dalam mata uang kertas (Rupiah, US$ ataupun mata uang kertas lainnya) tidak memiliki proteksi terhadap kehancuran nilai uang kertas – atau kadang ‘penghancuran nilai’ karena ada pihak-pihak yang sengaja melakukannya.

Sebaliknya dengan Dinar; fungsi Proteksi Nilai tersebut berjalan dengan sangat baik seperti ketika krisis moneter 1997/1998 uang Rupiah tinggal ¼ nilainya ; Dinar secara otomatis menyesuaikan nilainya ke nilai pasar internasional yang wajar saat itu. Sebelum krisis harga emas di kisaran Rp 25,000/ gram, di puncak krisis harga ini mencapai Rp 160,000/gram. Sebelum krisis Dinar nilainya setara sekitar Rp 100,000,-/Dinar pada puncak krisis nilai Dinar saat itu mencapai Rp 626,000/Dinar. Selain sebagai proteksi nilai yang sangat efektif, sebagai investasi, Dinar juga terbukti memberikan hasil rata-rata sekitar 30 % pertahun dalam statistik selama 40 tahun terakhir.

Jadi mau Investasi yang hasilnya rendah dan tidak memiliki Proteksi Nilai, atau mau Investasi yang hasilnya tinggi dan terproteksi pula nilainya ? Kalau jawaban Anda adalah yang kedua ...Dinarlah jawabannya.

Sesungguhnya ada investasi yang lebih baik dari Dinar yaitu bisnis sektor riil yang dijalankan dengan baik. Maka meskipun kita semangat memperkenalkan Dinar, kita harus lebih bersemangat lagi memperkenalkan investasi di sektor riil.

Ada lagi yang jauh lebih baik... yaitu sedeqah yang ikhlas yang balasannya bisa mencapai lebih dari 700 kali....

Maknanya adalah dalam semangat kita berinvestasi – membangun kekuatan ekonomi umat – kita harus juga sangat mementingkan infaq, sedeqah , wakaf dan zakat tentunya. Sebab dari harta yang kita miliki, ada yang bukan hak kita.

Secara keseluruhan inilah yang kita maksud dengan Investasi dan Proteksi Nilai dalam arti luas – mencakup dimensi dunia dan akhirat – yang kita perkenalkan dalam gerakan Dinar ini. Wallahu A’lam.

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.