Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya.

27 Agustus 2012

Bagaimana Inflasi Merenggut Kemakmuran Dari Kita ?

Bila Anda memasuki dunia kerja awal tahun 80-an, tahun-tahun ini Anda akan memasuki usia pensiun. Tergantung seberapa cemerlang karir Anda, tetapi bila Anda masuk kedalam kelompok terbesar dari pekerja di negeri ini – maka kemungkinannya Anda merindukan masa-masa awal Anda bekerja dahulu. Saat itu gaji Anda masih kecil tetapi terasa cukup, kini gaji Anda sudah jauh lebih besar – tetapi terasa semakin tidak cukup. Jangan salahkan pasangan hidup Anda, atau beban biaya anak-anak Anda – salahkanlah inflasi !.

Selain kenaikan biaya hidup karena bertambahnya kebutuhan seperti biaya istri dan anak-anak, inflasilah yang sesungguhnya merenggut kemakmuran dari jerih payah para pekerja. Ini berlaku di seluruh dunia, tetapi di negara yang rata-rata inflasinya tinggi – dampaknya tentu jauh lebih berat bagi masyarakatnya.

Untuk memahami pengaruh inflasi pada kemakmuran ini, saya ambilkan contoh pekerja rata-rata di tiga negara yaitu Indonesia, Amerika dan Singapura. Tiga sarjana baru dari masing-masing negara tersebut mulai bekerja pada saat bersamaan di tahun 1982. Ketika masuk bekerja yang di Indonesia digaji Rp 325,000/bulan; yang di Amerika digaji US$ 520/bulan dan yang di Singapura di gaji S$ 1,110/ bulan.

Sepanjang karirnya 30 tahun terakhir di masing-masing negara, prestasi mereka biasa-biasa saja. Mereka tidak mengalami promosi jabatan yang luar biasa. Mereka memperoleh kenaikan gaji yang sama (oleh berbagai sebab) yang bila di rata-rata adalah 10% per tahun selama tiga puluh tahun terakhir.

Berapa masing-masing gaji mereka sekarang ? Yang di Indonesia gaji mereka sekarang adalah Rp 5,671,000,- ; yang di Amerika gaji mereka US$ 9,074,- dan yang di Singapura gaji mereka adalah S$ 19,370,-. Dengan income seperti ini tingkat kemakmuran yang di Indonesia lebih rendah dari yang di Amerika dan jauh lebih rendah lagi dari yang di Singapura. Semua gaji mereka naik dengan persentase yang sama seperti grafik di bawah, mengapa yang satu lebih makmur dari yang lain ?.

Salary at Original Currencies

Itulah tingkat inflasi yang membedakannya. Untuk mengukurnya kita bisa gunakan timbangan yang adil yang menurut Imam Ghazali hanya ada dua yaitu emas (Dinar) atau perak (Dirham). Gaji masing-masing pekerja di tiga negara tersebut di tahun 1982 kurang lebih sama bila di konversikan ke Dinar yaitu 10 Dinar.

Namun setelah mengalami kenaikan gaji pada mata uang masing-masing @ 10 %, dampaknya menjadi berbeda ketika mata uang mereka ini dikonversikan ke timbangan yang sama yaitu Dinar. Yang bergaji Rupiah, bukannya naik malah turun terus sepanjang 30 tahun terakhir. Gaji mereka yang telah naik sekitar 17.5 kalinya dalam Rupiah, ternyata ketika dikonversikan ke Dinar malah turun tinggal sekitar ¼- nya. Gaji mereka yang 10 Dinar tahun 1982, kini tinggal sekitar 2.6 Dinar.

Yang bergaji US$ maupun S $ sekarang masing-masing setara dengan 40 Dinar dan 69 Dinar. Perhatikan pada grafik dibawah ketika semua penghasilan pegawai rata-rata di tiga negara tersebut dikonversikan ke Dinar.

Salary Converted to Dinar


Meskipun tingkat kemakmuran yang masih tinggi, ternyata trend kemakmuran di Amerika maupun Singapura selama 10 tahun terakhir juga mengalami kemunduran – inflasi atau penurunan daya beli uang mereka selama 10 tahun terakhir rupanya juga berjalan lebih cepat ketimbang kenaikan-kenaikan gaji mereka.

Yang mengalami dampak penurunan kemakmuran ini tentu bukan hanya masyarakat pekerja, kalangan dunia usaha-pun demikian. Bila mereka tidak berhasil tumbuh melebihi laju inflasi, maka mereka tidak akan mampu memepertahankan kemakmuran seluruh stake holder-nya (termasuk pegawainya) dan size usaha mereka secara riil akan menyusut.

Dengan gambaran yang begitu nyata tersebut, adalah naïve bila kita abaikan faktor inflasi ini dalam menjaga kemakmuran kita. Dinar atau Dirham hanyalah salah satu alat untuk melindungi kemakmuran kita agar tidak habis direnggut inflasi, banyak instrument lain yang juga berfungsi sama - seperti asset riil yang berputar dengan baik dlsb. Insyaallah.

04 Juli 2012

Hibernasi dan Fibonacci di Pasar Emas…

Istilah hibernasi berasal dari dunia hewan ketika seekor binatang tertentu menurunkan aktivitas tubuhnya, termasuk pernafasan dan metabolisme – untuk menghemat energy ketika makanan langka. Istilah ini kemudian digunakan luas, termasuk ketika Anda tidak sedang menggunakan computer Anda – tetapi juga tidak ingin mematikannya. Istilah ini kemudian juga digunakan di pasar – seperti pasar emas global – yang kini disebut sedang mengalami hibernasi

Hibernasi di pasar adalah  ketika tidak ada aktivitas yang significant baik dari sisi volume jual beli maupun fluktuasi harga. Ini biasa terjadi setelah aktivitas tinggi yang terjadi sebelumnya. Di pasar emas global dalam empat tahun terakhir, aktifitas pernah memuncak selama kwartal terakhir 2008 s/d kwartal pertama 2009.  Kemudian juga berulang selama kwartal kedua sampai kwartal ketiga 2011.

Setelah aktifitas puncak tersebut terjadi, periode hibernasi terjadi selama kurang lebih satu tahun yaitu akhir kwartal pertama 2009 sampai kwartal pertama 2010. Pada periode tersebut harga emas dunia mengalami penurunan sekitar 10 %.

Bila mengikuti pola yang sama dengan periode hibernasi 2009-2010; maka hibernasi yang sedang kita alami ini masih bisa berlangsung sampai kira-kira awal kwartal terakhir tahun ini yaitu sekitar awal Oktober 2012. Dari sisi penurunan harga karena puncak yang lalu berada di kisaran Rp 550,000/gram ; akhir periode hibernasi kemungkinan harga akan berada di kisaran Rp 500,000/gram.


Selama periode hibernasi saya tidak banyak menulis tentang emas ini karena memang tidak banyak perubahan yang terjadi di pasar. Harga memang bergejolak, tetapi bergejolak ringan dan ini-pun karena sentimen tarik ulur penyelesaian krisis di Eropa yang berdampak pada kekuatan US$. Lebih dari itu tidak ada perubahan yang fundamental di emas atau Dollar itu sendiri yang merupakan representasi ekonomi dari negara pemilik mata uang US$ yaitu Amerika.

Lantas apa yang terjadi setelah periode hibernasi berakhir ?, pasar bergerak aktif dengan fluktuasi tajam yang didorong oleh demand yang tinggi. Di akhir periode hibernasi kwartal pertama 2010, pasar emas aktif bergerak sampai sekitar 20 bulan kemudian yaitu sampai September 2011. Selama periode ini yang terjadi adalah peningkatan harga mengikuti deret Fibonacci, yaitu bilangan 1.618 yang bertebaran di berbagai fenomena alam dan manusia. Lihat penjelasan Fibonacci ini di film documenter yang saat ini saya tampilkan di  vidvideo clip situs ini dan juga di  http://www.Hijrah.tv  dengan judul “Why is Kaaba in Makkah” untuk memudahkan pembaca memahami fenomenanya.

Apa pengaruh Fibonacci ini di pasar ?, ketika pasar bergerak mengikuti mekanisme supply and demand secara sempurna – tingkah laku harga dipengaruhi oleh tingkah laku manusianya, sedangkan manusianya bergerak dan mengambil keputusan berdasarkan reflek alaminya sebagai manusia. Maka tidak heran yang terjadi juga angka-angka alami yang tidak jauh dari angka di angka Fibonacci tersebut di atas.

Bila Anda kalikan periode harga rendah selama pasar mengalami hibernasi 2009-2010 di kisaran Rp 340,000/gram dengan angka Fibonacci 1.618 ; maka akan ketemu kisaran angka Rp 550,000/gram dan itulah harga emas di puncak aktifitas transaksinya (September 2011) sebelum pasar kelelahan dan mengalami hibernasi berikutnya.

Bila logika ini berulang, akhir periode hibernasi sekarang di kisaran bulan Oktober 2012 nanti, harga kemungkinnya tidak jauh dari angka sekarang yaitu sekitar Rp 500,000,-. Bila setelah itu pasar akan aktif kembali sampai satu setengah tahun berikutnya ( atau sekitar 20 bulan = 12 bulan hibernasi x 1.618 Fibonacci) , maka harga emas tertinggi berikutnya kemungkinan akan terjadi awal 2014 di kisaran harga  Rp 800,000/gram.

Berulangkali dalam berbagai tulisan saya menganjurkan agar tidak berspekulasi dengan harga emas jangka pendek, dan fokus pada jangka panjang – karena fungsi emas sebagai proteksi nilai memang proven dalam jangka panjang, bukan jangka pendek. Uraian tentang hibernasi dan Fibonacci ini mengkonfirm bahwa view jangka panjanglah yang seharusnya menjadi fokus, bukan jangka pendek.

Gunakan emas atau Dinar untuk mengamankan masa depan biaya sekolah putra-putri Anda, biaya kesehatan hari tua, dana pensiun dlsb. Tetapi jangan gunakan emas untuk mencari keuntungan jangka pendek, Anda bisa menyesal karenanya.

Penggunaan emas jangka pendek yang dianjurkan adalah menggunakannya sebagai instrument jual beli, sebagai uang, sebagai timbangan untuk muamalah yang adil, pinjam meminjam dlsb.Wa Allahu A’lam.

10 Mei 2012

Tren Musiman Harga Emas

Berikut kami sajikan saduran tulisan dari Bob Kirtley mengenai tren musiman harga emas dunia dengan variasi model periode waktu tertentu. Linknya dapat dilihat disini http://www.mining.com/2012/02/11/gold-seasonality-can-we-can-profit-from-it/http://www.mining.com/2012/02/11/gold-seasonality-can-we-can-profit-from-it/
Data musiman dapat diamati dengan variasi variabel yang luas. Dalam bisnis, penjualan, produksi, persediaan, dan jam kerja, dapat diprediksi dengan pengaruh musim. Begitu pula dengan harga emas. Dalam bulan-bulan tertentu harga emas bergerak sesuai dengan prediksi musiman dari tahun ke tahun.
Sebagaimana yang kita tahu, dua hal yang mempengaruhi  harga baik produk tangible (produk yang sifatnya fisik atau nyata) dan intangible (produk non-fisik yang sulit dihargai tapi punya nilai seperti merek, aset SDM dll) adalah-supply (penawaran) dan demand (permintaan).
Dari sisi suplay pertambangan, emas cenderung tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Rata-rata produksi emas dunia setiap tahun adalah 1.5% dari seluruh cadangan emas yang ada di dunia. Sehingga pengaruh musim pergerakan harga emas lebih dipengaruhi oleh variasi supply dan demand pasar  emas pada waktu-waktu yang berbeda dalam satu tahun, karena supply bisa saja naik oleh faktor non-tambang, seperti investor yang menjual emasnya.
Dibawah ini adalah tren rata-rata harga emas bulanan sejak 1969. Untuk  mendapatkan data ini kami hanya menjumlahkan harga rata-rata emas  bulanan setiap tahunnya sejak 1969 dan membaginya dengan jumlah tahun yang diobservasi yaitu 43.Untuk menghasilkan grafik ini, kami membuat indeks harga emas. Hari pertama pada setiap tahunnya ditetapkan sebagai angka basis 1. Setiap hari dibandingkan dengan hari sebelumnya ;apabila hari ke 2 lebih tinggi dibanding hari pertama,indeks naik dengan persentase kenaikan selama 2 hari dan begitu pula sebaliknya.
 


Trennya jelas –secara rata-rata, harga emas naik setiap bulan selama 43 tahun terakhir. Kesimpulan ini tidak berlaku dalam skala musiman (atau jangka pendek). Berdasarkan gambar di atas, tidak ada the best time (waktu terbaik) setiap tahun untuk membeli atau menjual emas, setiap saat adalah baik, sebagaimana hasilnya adalah positif secara linear. Oleh karenanya diperlukan analisis lebih lanjut.





Gambar di atas mengatasi kendala pembatasan original. Pertama, kita telah meningkatkan -data observasi dari 12 ( rata-rata bulanan) menjadi 250 (jumlah hari dari perdagangan efektif emas dalam setahun). Karena data yang diambil mengalami peningkatan, begitu pula detail linear. Seseorang dapat menganalisa tren tidak hanya bulanan, tetapi mingguan, bahkan harian, sehingga dapat memperjelas pola yang dihasilkan. Kedua, kita dapat memefokuskan rentang data dari 43 tahun menjadi 11 tahun saja, ini memberi kita informasi yang lebih akurat.
Antara akhir April dan awal Juli, harga emas sangat datar selama 11 tahun terakhir, sebagaimana terlihat pada gambar dengan kenaikan rata-rata indeks hanya 1,4 poin

Penurunan ini dikenal dengan kelesuan musim panas (summer doldrums).Ada beberapa pendapat mengenai penurunan ini. Pertama, karena ada kaitan erat kebutuhan energi dengan musim panas. Ketika musim panas, kebutuhan energi berkurang, sehingga permintaan energi turun dan harganya pun turun. Karena emas sebagai cermin seluruh komoditas, maka harga emaspun turun seiring dengan turunnya harga energi. Ada pula pendapat kedua, pada  musim panas, orang cenderung pergi berlibur, sehingga  aktivitas ekonomi global pun menurun, demikian pula permintaan emas pun ikut turun.


Peningkatan permintaan emas  mengalami peningkatan di bulan Agustus/September yang merupakan akhir musim panas dan awal musim dingin di belahan bumi utara. Pada periode ini bertepatan pula dengan musim panen di Asia/India. Para petani dan produsen agribisnis ini tidak terbiasa menyimpan aset mereka di bank atau lembaga keuangan lainnya, mereka lebih memilih menyimpan dalam bentuk emas. India merupakan negara baru importir emas terbesar di dunia. Maka faktor ini memicu kenaikan harga emas pada periode tersebut.


 



Sedangkan data diatas adalah grafik dengan rentang waktu yang lebih pendek 2007-2011
Gambar dibawah ini bisa bermakna banyak hal. Tren musiman harga emas dengan 4 perbandingan yang berbeda memberiki kita 4 hasil yang menarik.
 



Puncak tertinggi dan terendah seimbang dalam setiap model. Dari gambar ini kita dapat mengambil kesimpulan, harga emas sepenuhnya mengikuti pola  musiman dan mengikuti tren yang sama sejak 1969.
Gambar berikut di bawah ini menunjukkan model  yang sedikit skeptis terhadap model musiman. Gambar di bawah adalah tren rata-rata harga emas harian per tahun, mulai 2002 hingga 2011. Polanya tidak begitu jelas dan sebagai peringatan yang baik bahwa apapun bisa saja terjadi dengan harga emas dalam setiap tahun.



Simpulan

Harga emas dengan tegas memiliki pola musiman. Dalam jangka panjang, tren harga emas cenderung naik dan investor dapat meraih keuntungan darinya


Insya Allah pada tahun 2012 akan menjadi tahun yang bersejarah bagi ekonomi global dan ada kenaikan harga yang signifikan dalam harga emas (walau hari-hari ini emas sedang tertekan turun). Investasi emas dalam jangka pendek memang tidak disarankan karena banyak variabel yang mempengaruhi fluktuasinya, terlebih di era ekonomi global yang rentan seperti sekarang .

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.