Pergerakan Harga Dinar 24 Jam

Dinar dan Dirham

Dinar dan Dirham
Dinar adalah koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Khamsah Dirham adalah koin yang terbuat dari Perak murni dengan berat 14,875 gram. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan oleh Perum PERURI ( Percetakan Uang Republik Indonesia) disertai Sertifikat setiap kepingnya.

08 Oktober 2012

“ Terus Gue Harus Bilang Wow Gitu ? ”

Ungkapan ini mewabah di kalangan anak muda untuk menggambarkan situasi seorang yang kalah namun berat untuk mengakui kelebihan pesaingnya. Bayangan saya orang terkaya no  3 dunia Warren Buffett yang dianggap ‘dewa’-nya investasi barat – juga akan bilang “Terus Gue Harus Bilang Wow Gitu ?” seandainya dia membaca tulisan tanggal 19/09/2012 , yang mengungkapkan bahwa ternyata sejak 6 tahun terakhir  tidak pernah sekalipun investasi yang dikelolanya bisa mengalahkan diam-nya emas.

Bahkan bukan hanya Warren Buffett sebenarnya yang harus dengan berat hati mengakui keunggulan emas ini, tetapi juga seluruh pemain di bursa saham dunia. Perhatikan grafik Dow Jones di bawah sebagai buktinya.

 

Untuk bursa saham saya ambilkan data 10 tahun terakhir  Dow Jones Industrial Average (DJIA), yaitu index yang paling banyak dirujuk di dunia. Sepuluh tahun lalu, DJIA itu berada pada kisaran angka 7,850. Saat ini DJIA itu berada pada kisaran 13,610 atau mengalami peningkatan 73 %.

Sebagai pembanding saya gunakan grafik  harga emas yang saya ambilkan dari datanya Kitco – juga merupakan referensi yang paling banyak dirujuk. Kinerja emas pada periode yang sama dapat dilihat pada grafik di bawah.



Sepuluh tahun lalu harga emas berada di kisaran  angka US$ 320/Ozt, kini harga emas itu berada pada kisaran angka US$ 1,780/Ozt atau mengalami pertumbuhan lebih dari 450 %.

Dengan perbandingan ini, lagi-lagi saya tidak bermaksud men-discourage Anda yang berinvestasi di bursa saham baik langsung maupun tidak langsung (melalui dana asuransi, unit link , reksa dana dlsb).  Kaidah umum dunia investasi adalah jangan menaruh semua telur pada keranjang yang sama. Maka sebagian tetap di saham dan produk-produk turunannya, kemudian mulai sebagian kecil di emas terus bertambah sesuai dengan pemahaman dan pengalaman Anda.

Selain saham dan emas, investasi di sektor riil hendaknya menjadi fokus utama. Bukan hanya sektor riil ini memiliki dampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan juga menggerakkan putaran ekonomi di sekeliling Anda – hasil investasi sektor riil yang dikelola dengan baik umumnya juga lebih unggul, meskipun ada faktor resiko besar dalam proses mengasah keterampilannya.

Sebagai contoh salah satu investasi sektor riil itu saya ambilkan tanah yang ditanami tanaman sengon misalnya. Diluar harga tanah biaya tanam sengon sampai panen ( 5 tahun) berkisar Rp 20,000 – Rp 30,000 per pohon. Setelah lima tahun dipanen harga pohon tersebut berkisar antara Rp 200,000 s/d Rp 300,000/pohon atau memberikan hasil di kisaran 900 % per lima tahun atau 1,800 % untuk 10 tahun. Katakanlah dikenakan faktor resiko 50% sekalipun, maka hasil ini masih akan berada di kisaran 900 % atau masih 12 kali lebih tinggi dari saham-saham di DJIA dan masih di kisaran dua kali lebih tinggi dari apresiasi emas.

Bagaimana dengan faktor biaya tanah ?, Selain hasil dari panenannya, tanah yang produktif akan memiliki nilai jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanah yang terlantar. Jadi tanahnya sendiri juga merupakan investasi yang tidak kalah menariknya bila dia bener-bener diproduktifkan. Belum dampak lain yang tidak ternilai dengan uang seperti mengamankan cadangan air jangka panjang, menunjang ketersediaan udara bersih, lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, dlsb.

Kalau saja Warren Buffett dan orang-orang sebangsanya yang terbiasa berinvestasi di dunia finansial, saham dan sejenisnya itu adalah anak-anak muda – kemudian mereka mau jujur mengakui kinerja emas dan juga kinerja sektor riil seperti contoh sengon tersebut diatas – mungkin mereka akan serentak berucap “Terus Gue Harus Bilang Wow Gitu ?”.

04 Oktober 2012

FAQ : Lebih Detil Tentang KKP…

Sejak saya memperkenalkan Kepemilikan Kebun Produktif (KKP) melalui tulisan kemarin,  banyak sekali pertanyaan yang intinya ingin tahu lebih jauh mengenai konsep ini. Maka melalui jawaban atas FAQ (Frequently Asked Questions) dibawah , kami berusaha menjelaskan semaksimal mungkin tentang seluk beluk KKP tersebut. Bila masih ada pertanyaan yang belum terjawab, silahkan Anda mengajukan kembali melalui email ke menu kontak ini.

Apakah KKP itu ?

KKP adalah kependekan dari Kepemilikan Kebuh Produktif, upaya bersama untuk mengambil alih/membeli kebun-kebun yang belum dimakmurkan pemilik sebelumnya – dan menjadikannya kebun-kebun yang makmur.


Apa untungnya KKP dibandingkan dengan investasi lainnya ?

Melalui KKP Anda bukan sekedar berinvestasi tetapi membeli kebun menjadi milik Anda sendiri kemudian memproduktifkannya. Ini adalah investasi sector riil, menimbulkan lapangan kerja riil dan juga produk-produk yang riil.

Hasil dari investasi ini adalah insyaallah Anda dapat mejaga nilai uang Anda – karena nilai tanah tidak pernah menurun. Kedua peluang untuk memberian hasil dari tanaman yang ditanam di atasnya. Dari kedua hal ini, kemungkinan terbesarnya hasil investasi Anda akan lebih tinggi ketimbang investasi finansial seperti deposito dlsb.

Apakah sertifikat kepemilikan (SHM) ada di saya ?

Betul, karena transaksi awalnya adalah jual beli kebun - maka setelah Anda membeli kebun tersebut sertifikat kepemilikan lahan (SHM) akan Anda pegang sendiri.

Apakah kepemilikan bisa dijual belikan ?, siapa pembelinya bila suatu saat akan melepas

Tentu bisa seperti SHM pada umumnya, Anda bisa perjual belikan kapan saja. Kami akan berusaha membangun pasarnya sebagaimana kami membangun pasar Dinar - idenya adalah suatau saat Anda menjual kami beli (untuk diteruskan ke yang lain) dan Anda membeli kami jual.


Apakah investasi ini beresiko ?

Tentu semua investasi ada resikonya. Resiko berkebun yang utama adalah gagal panen dan gagal pasar. Gagal panen bisa karena penyakit, karena tidak mampuan mengelola kebun dlsb. sehingga penenan tidak seperti yang diharapkan. Gagal pasar adalah ketika penenan tercapai seperti yang diharapkan, tetapi saat panen tidak ada pembeli – atau ada pembeli tetapi sudah dibanjiri oleh produk sejenis sehingga harga jatuh.

Dua resiko tersebut bisa diminimalisir dengan skills dan pengalaman lapangan lapangan yang baik. Namun kalau toh keduanya benar-benar terjadi, modal utama Anda lahan tetap utuh milik Anda.


Lahan seperti apa yang cocok untuk KKP ?

Intinya semua jenis lahan bisa dimasukkan program ini, hanya saja untuk lahan-lahan persawahan umumnya sudah dimakmurkan oleh pemiliknya yang ada sekarang. Jadi yang lebih memungkinkan adalah lahan-lahan kebun atau tanah daratan – yang masih sangat banyak yang belum termakmurkan.


Apakah kebun-kebun KKP harus dibeli ?

Sesuai namanya program KKP (Kepemilikan kebun Produktif ) ini kebun memang harus dibeli, nilai tambah maksimal akan dicapai saat kebun sudah menjadi makmur – ini perlu proses yang panjang dan pemiliknyalah yang akan memperoleh manfaat utamanya.


Siapa target pasar atau calon pembeli kebun-kebun dalam KKP ?

Keluarga menengah rata-rata, yang bisa membeli rumah, yang bisa membeli mobil insyaallah juga akan mampu membeli kebun dalam program KKP ini. Satuan terkecil kebun dalam KKP ditargetkan tidak lebih mahal dari rumah atau mobil baru kelas pemula.


Berapa nilai minimal investasi untuk dapat mengikuti program KKP ini ?

Untuk sementara ini kami targetkan satuan unit terkecil KKP adalah 1 hektar. Maka tergantung lokasi, kondisi lahan, aksesibilitas dlsb. harga 1 hektar lahan tersebut-lah yang menjadi minimal investasinya.

Di daerah jabodetabek yang penuh perumahan, lahan biasa dijual per m2, untuk membeli 1 hektar lahan (10,000 m2) tentu harganya sudah sangat mahal. Sebaliknya di tempat-tempat yang jauh, di Jawa Timur,  Jawa Tengah maupun Jawa Barat, masih mungkin memperoleh lahan luas dengan harga Rp 100 juta atau bahkan lebih rendah lagi.

Maka untuk amannya angka minimal ini kami taruh di kisaran harga setara dengan rumah atau mobil kelas pemula mulai dari Rp 100 juta, sampai sekitar Rp 2 milyar (setara dengan harga rumah/ mobil kelas menengah atas !). Mengasosiasikan dengan rumah atau mobil adalah karena mayoritas masyarakat sudah terbiasa membeli kedua hal tersebut, kini hanya kami arahkan untuk kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat jauh kedepan.

Apakah nilai-nilai tersebut sudah termasuk tanamannya atau hanya lahannya ?

Idenya semua transaksi awal adalah jual beli lahan plus biaya pemakmurannya, yaitu benih, pupuk dan pengelolaannya sampai lima tahun pertama atau sampai saat panenan pertama tanaman jangka panjang.  Hal ini untuk make sure bahwa lahan-lahan yang Anda beli adalah untuk dimakmurkan bukan sekedar spekulasi lahan dan membiarkan kondisinya tetap sama dengan sebelum Anda beli.

Apakah tidak dibuat kapling-kapling kecil sehingga sebanyak mungkin orang bisa terlibat dalam KKP ini ?

Kami akan memikirkan caranya yang efektif, namun untuk sementara ini satuan unit per hektar yang kami jadikan pegangan.  Sehingga harga minimalnya akan tergantung nilai lahan di masing-masing klaster.

Apakah pegawai negeri seperti saya bakal bisa ikut program KKP ini ?

Insyaallah akan bisa, bila Anda sekarang mampu membeli rumah - maka investasi berikutnya yang lebih produktif bisa jadi adalah KKP ini yang harganya akan berkisar tidak jauh dari harga rumah Anda.



Dimana lahan KKP itu tersedia ?

Saat ini kami sedang menegosiasikan sejumlah lahan mulai dari Jawa bagian timur sampai Jawa bagian barat, yang sekiranya cocok d KKP-kan. Yang sudah kami siapkan saat ini adalah show units-nya, untuk memberi gambaran kurang lebih seperti apa jadinya lahan-lahan tersebut setelah berhasil dimakmurkan.


Di mana show units KKP bisa dilihat ?

Untuk kelas mini atau mikro beberapa hektar, show unit-nya adalah kebun kami di Jonggol – Bogor. Untuk skala komersial yang luas , show unit-nya adalah kebun kami di Blitar. Untuk yang di Jonggol bisa dilihat kapan saja- silahkan menghubungi menu kontak situs ini, untuk yang di Blitar kami atur berkelompok dalam program Tour de Keboen.


Saya belum memutuskan untuk ikut program KKP, tetap bolehkah saya ikut Tour de Keboen ?

Tour de Keboen adalah program untuk edukasi perkebunan dan pertanian pada umumnya, boleh siapa saja ikut program ini – tidak harus pihak yang tertarik untuk ikut program KKP.


Apakah untuk ikut Tour de Keboen dipungut biaya ?

Untuk masuk areal perkebunan kami sementara ini tidak dipungut biaya, namun untuk transportasi tentu Anda harus membayar sendiri sesuai dengan jenis transportasi yang dipilih. Untuk rombongan yang kami organisir, rencananya menggunakan kereta wisata yang kami charter dan biayanya di share dengan seluruh peserta.


Kapan Tour de Keboen berikutnya akan diadakan ?

Tanggalnya masih menyesuaikan dengan ketersediaan kereta wisata dlsb, tetapi ditargetkan sekitar minggu ke 3 bulan Oktober 2012.


Siapa yang akan mengelola kebun-kebun dalam program KKP ?

Yang mengelola utamanya adalah team yang sama yang kini mengelola kebun-kebun kami di Jonggol maupun Blitar – yang menjadi show units tersebut, sehingga peminat bisa melihat kurang lebih seperti apa pengelolaan kebun mereka kedepan. Untuk memperluas jangkauan penglolaan, juga memungkinkan dikelola oleh team lain setelah kami review kinerjanya berupa contoh-contoh nyata karya mereka di lapangan – bukan hanya sekedar teori.

Bagaimana konsep kerjasamanya antara saya dengan pengelola nantinya ?

Transaksi antara Anda dengan kami atau pengelola awalnya adalah jual beli lahan.  Setelah lahan milik Anda, kerjasama selanjutnya adalah kerjasama pengolahan dan pengelolaannya untuk periode 5 tahun pertama dan dapat diperpanjang. bagi hasil pengelolaan disepakati bersama tergantung tingkat kesulitan di masing-masing klaster, bisa 40/60, 50/50, 60/40 dst.

Berapa lama antara maa persiapan tanam sampai produksi ?

Untuk tanaman jangka panjang seperti sengon, karet dlsb diperkirakan 5 tahun baru akan panen. Untuk tanaman ketela, ubi dan sejenisnya sudah akan panen di tahun pertama. Untuk tanaman Alfaafa panen pertama beberapa bulan sejak ditanam.

Apakah pengelola akan memasarkan produk-produk tersebut ?

Pengelola akan mencarikan pasar untuk tanaman-tanaman yang direkomendasikannya. Misalnya meskipun cepat panen, kami tidak merekomendasikan menanam alfaafa bila pasarnya belum siap.


Apa kelebihan KKP dengan kebun yang saya kelola sendiri ?

Kalau Anda sudah pandai berkebun, tahu apa yang sebaiknya ditanam dan kapan, tahu cara untuk mengatasi problem-problem kebun Anda, tahu pasar yang tepat untuk produk-produk dari kebun Anda, maka betul – Anda bisa membeli dan mengelola kebun Anda sendiri – tanpa harus mengikuti program KKP.

Program KKP bermanfaat bila Anda belum terbiasa dengan seluk beluk per-kebun-an ini, dan utamanya adalah untuk mencapai skala ekonomis sehingga mampu menghasilkan produk-produk kebun yang memiliki bargaining position di pasar.


Berapa skala ekonomis kawasan yang bisa dikelola dalam KKP ?

Bila kawasan itu dekat dengan pasar dari produk yang akan dihasilkan, beberapa hektar-pun tidak masalah, namun bila lokasi pasar jauh – maka target kami minimal adalah 200-an hektar di satu lokasi di pulau Jawa.


Apakah program KKP hanya tersedia di pulau Jawa ?

Untuk awalnya memang kami fokuskan di pulau Jawa karena kedekatan dengan pasar utamanya, namun di kemudian hari dengan ukuran yang bisa jauh lebih besar juga dimungkinkan KKP untuk luar pulau Jawa.


Apakah bisa kami tidak ikut membeli kebun tetapi hanya ikut menanamnya ?

Hal ini dimungkinkan, namun perlu diketahui resiko menanam adalah cukup besar. Artinya kalau investasi Anda hanya menanam, bila tanaman itu gagal maka bisa habislah investasi  Anda tersebut. Tetapi bila investasi utama Anda adalah membeli kebun, maka resiko kehilangan modal ini menjadi tidak ada karena seandainya panenan gagal-pun Anda masih memilki kebunnya dengan kenaikan rata-rata yang lebih tinggi dari inflasi.


Saya memiliki kebun tetapi tidak bisa mengelolanya, bisakah dikelola dalam program KKP ?

Intinya bisa, tetapi sesuai namanya – kami menyarankan agar sebagian kebun tersebut dijual, kemudan bersama-sama kelompok pemilik yang baru dalam satu klaster KKP – bagian kebun yang masih milik Anda ikut dimakmurkan bareng. Ukuran kebun ini juga harus mencapai skala ekonomis yang kami jelaskan sebelumnya.


Berapa luasan lahan minimal yang diminati pengelola KKP dan dimana lokasinya ?

Luasan minimal ini terkait kemudahan akses dan kedekatannya dengan pasar. Untuk yang aksesnya mudah dan pasarnya dekat, beberapa puluh hektar lahan sudah akan menarik minat kami. Tetapi secara umum di Jawa – bagian manapun, memperhitungkan tingkat kesulitan akses dan pasar – minimal 200-an hektar lahan adalah target minimal kami.


Tanaman apa yang disarankan untuk ditanam di kebun-kebun KKP ?

Tergantung lokasi, kondisi, ketinggian, agroklimat dlsb. Portfolio yang kami sudah ada dan siap diterapka juga di KKP adalah terdiri dari tanaman jangka panjang dan tanaman jangka pendek. Yang jangka panjang meliputi Sengon, Kopi, Karet, Jabon, dan Jati. Sedangkan jangka pendek utamanya untuk tanaman sela meliputi Alfaafa, Ketela, Nilam, Gadung, Gembili dan juga ada expertise kami yang khusus di bidang Tebu.


Bagaimana kami bisa ikut KKP atau Tour de Keboen awalnya ?

Silahkan mendaftarkan minat Anda dengan menyebutkan jumlah orang yang ingin ikut Tour de Keboen, dan untuk KKP dengan menyebutkan daerah mana yang menjadi prioritas pilihan Anda (Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten) dan menyebutkan perkiraan nilai investasi kebun yang ingin Anda miliki.

Pendaftaran bisa email ke  iqbal@geraidinar.com.


Apakah program KKP ini bisa dibiayai bank-bank syariah seperti kepemilikan rumah, mobil dlsb ?

Ada setidaknya tiga bank syariah yang meyatakan minatnya untuk mendukung program ini, jadi kemungkinan ke arah sana itu besar adanya. Ketentuan mengenai nilai, uang muka dlsb masih harus dibicarakan lebih lanjut.


Untuk hal-hal lain yang belum terjelaskan dalam FAQ ini silahkan kirim email langsung ke iqbal@geraidinar.com

03 Oktober 2012

KKP dan FEW : Agar Yang Langka Saling Menjaga…

Makanan, energi dan air atau disingkat FEW (Food, Energy and Water) adalah tiga kebutuhan dasar manusia yang semakin langka ketersediaannya. Disisi lain sarana untuk membelinya yaitu uang Anda, juga barang langka yang tidak mudah Anda peroleh. Bila keduanya (FEW dan Uang Anda) dibiarkan terpisah seperti selama ini, maka kebutuhan manusia yang langka itu akan semakin langka.

Sebaliknya bila yang satu (uang Anda) dipakai untuk menjaga yang lain (FEW), insyaallah yang langka itu akan tetap tersedia dan malah bisa balik menjaga uang Anda. Inilah esensi program Kepemilikan Kebun Produktif (KKP) yang ingin kami perkenalkan lebih detil ke Anda.

Berkebun atau mengolah lahan secara produktif adalah salah satu cara yang bisa Anda tempuh untuk menjaga ketersediaan pangan, energi dan air bagi masyarakat kita sekarang ini maupun anak cucu kita kedepan. Bahkan bukan hanya menghasilkan FEW, berkebun atau memiliki lahan produktif juga merupakan cara yang efektif bagi Anda untuk mempertahankan dan memproduktifkan hasil jerih payah Anda.

Grafik dibawah mengilustrasikan uang Anda yang idle di deposito pertumbuhannya akan berhimpitan dengan tingkat inflasi, harga tanah akan tumbuh rata-rata di atas inflasi. Bila di atas tanah tersebut ditumbuhkan tanaman-tanaman yang produktif, maka hasilnya akan lebih dari berlipat dua dari deposito atau inflasi – yaitu hasil kumulatif kenaikan harga lahan dan hasil produksi tanaman di atasnya.


Ini adalah logika sederhana yang mudah dipahami oleh siapapun, masalahnya adalah bagaimana Anda bisa berkebun bila selama ini seumur-umur Anda bekerja di kantoran dan tidak ada pengalaman untuk itu ?.

Banyak sekali yang perlu Anda pelajari mulai dari pilihan lahan dimana Anda akan bercocok tanam, tanaman apa yang menjanjikan, bagaimana mengelolanya agar hasil optimal, kemana produknya nanti akan dipasarkan dlsb.dlsb. Inilah problem-problem yang kami hadapi ketika kami mulai berkebun, baik yang skala mini atau mikro dengan beberapa hektar maupun yang full commercial scale beberapa ratus hektar.

Maka problem-problem yang berhasil kami atasi tersebut kini akan kami buat available bagi masyarakat yang ingin mengikutinya dengan program yang mulai kami perkenalkan sejak pekan lalu yaitu program Kepemilikan Kebun Produktif atau KKP. Resources yang berhasil kami integrasikan untuk perkebunan yang efektif ini dapat dilihat pada ilustrasi dibawah. bahkan nantinya dengan dukungan perbankan syariah, Anda tidak harus membayar tunai sekaligus kebun-kebun tersebut.


Intinya Anda membeli kebun dimana yang Anda sukai dari pilihan klaster-klaster perkebunan yang nantinya kami tawarkan. Kebunnya adalah hak milik Anda (Sertifikat Hak Milik), tanaman diatasnya adalah pilihan Anda dari pilihan-pilihan yang kami rekomendasikan, pengelolaannya sampai pemasaran hasilnya bisa Anda sendiri atau diserahkan ke kami atau kombinasi keduanya, dan hasilnya kita atur pembagiannya dalam akad syirkah yang adil bagi keduanya.

Tertarik ?, bila Anda tertarik – prosedur keterlibatan Anda dalam program KKP ini dapat digambarkan sebagai berikut :


Setelah Anda menyatakan minat Anda, kami akan undang Anda bersama keluarga Anda untuk program Tour de Keboen. Kami ingin membangun experience yang fun bagi Anda dan keluarga Anda dalam proses berkebun ini.

Ini untuk menghindari apa yang terjadi pada generasi sekarang – dimana tidak ada lagi minat untuk terjun ke perkebunan dan pertanian sehingga kebun-kebun di Jawa banyak yang dibiarkan terlantar oleh generasi penerus yang tidak lagi tertarik dunia perkebunan atau pertanian.

Maka melalui Tour de Keboen ini kami ingin kembali membangun kecintaan untuk berkebun, bagi generasi Anda maupun anak-anak Anda yang nantinya akan meneruskan upaya pemenuhan FEW melalui berkebun sampai bergenarasi kedepan.

Kami pilihkan target pertama sepanjang pulau jawa dalam project yang kami sebut Green Jawa Project, antara lain juga agar proses yang enjoyable ini bisa dibangun. Bersama-sama kita bisa misalnya sewa gerbong kereta wisata untuk diarahkan ke stasiun terdekat dari target-target kebun kita dst.

Dari Tour de Keboen tersebut bila Anda dan keluarga Anda mantab untuk ikut program Kemilikan Kebun Produktif ini, proses selanjunya Anda bisa membuat perencanaan keuangannya dan kami bantu perencanaan operasionalnya. Selanjutnya kita bisa bicarakan kebun-kebun mana dengan ukuran berapa yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda.  Bersamaan dengan itu proses pengadaan kebun secara legal formal juga kita persiapkan bersama.

Asumsinya program ini berlanjut dengan Anda akhirnya bisa memiliki seluas tertentu kebun dalam klaster-klaster perkebunan yang nantinya kami tawarkan. Maka proses selanjutnya adalah kerjasama operasional yang kami ilustrasikan dibawah ini.


Kerjasama ini akan meliputai pengelolaan kebun secara keseluruhan sampai pemasaran hasilnya. Bila akhirnya program ini bisa menggerakkan masyarakat secara luas, maka bukan hanya hasil materi yang bisa kita peroleh berupa kenaikan harga kebun dan hasil produksi tanamannya, tetapi juga terjaganya ketersediaan air dan udara bersih di pulau yang sudah semakin padat dan menuju ketidak layakan huni ini.

Air tanah di kota besar dan sekitarnya mulai tidak layak minum, udaranyapun semakin tercemar  - maka sebelum kondisi yang sama menjalar ke seluruh pulau Jawa – kita bisa berbuat untuk membalik arahnya dengan rame-rame berkebun ini.

Kelihatannya indah, tetapi bukan tanpa resiko. Resiko apa yang Anda hadapi bila program berkebun ini tidak berjalan seperti yang diharapkan ?. Bisa saja hasil tanaman tidak seperti yang diharapkan, pasar tidak menerima dengan harga yang seharusnya dlsb. dlsb. tetapi melalui program KKP ini lahan tetap Hak Milik Anda – kenaikan harga lahan insyaallah masih akan selalu di atas inflasi dan rata-rata deposito.

Silahkan mulai mendaftarkan minat Anda bila Anda tertarik, selanjutnya kami akan undang Anda untuk Tour de Keboen naik kerata api tut…tut…tut…InsyaAllah.

28 September 2012

Menduga Harga Emas Dengan Dollar Base Money…

Banyak cara orang untuk memprediksi harga emas kedepan, semuanya memiliki argumennya sendiri. Maka melalui tulisan ini saya perkenalkan cara yang menurut saya sendiri cukup akurat. Saya menggunakan teori supply and demand yang sederhana saja. Bila Dollar dan emas kita anggap sebagai barang dengan supply and demand-nya masing-masing, maka interaksi keduanya akan membentuk harga yang menarik.

Untuk keperluan ini saya gunakan data supply uang yang paling dasar yaitu yang disebut base money atau the monetary base. Ini adalah uang yang paling likwid yang terdiri dari uang koin, uang kertas dan cadangan bank komersial di bank sentral. Data untuk base money Dollar saya ambil dari datanya the Fed.

Data ini kemudian saya padukan dengan data harga emas internasional yang disajikan oleh Kitco. Untuk keperluan analisa sederhana ini saya hanya ambil data per enam bulan – sejak pertengahan tahun 2008 sampai sekarang. Tahun 2008 saya pilih karena tahun tersebut adalah tahun dimana konsep Quantitative Easing mulai diperkenalkan, jadi penggelembungan uang Dollar terjadi mulai tahun itu.

Perhatikan sekarang perkembangan US$ base money yang saya padukan dengan pertumbuhan harga emas dalam grafik berikut :

Base Money vs Gold

Secara kasat mata dua grafik tersebut sangat berhubungan satu sama lain. Hubungan ini dalam statistik bisa dilihat dari correlation coefficient-nya yang sampai 99.87%, artinya kurang lebih ya sangat sangat berhubungan.

Nah sekarang kita amati yang garis base money dahulu, mengapa base money Dollar melonjak menjadi lebih dari tiga kalinya dari pertengahan tahun 2008 (US$ 833 Milyar) menjadi US$ 2,615 Milyar pertengahan tahun ini ?. Antara lain karena selama periode ini ada dua kali QE yait QE 1 dan QE 2 yang masing-masing nilainya US$ 600 Milyar.

Dapat kita katakan bahwa QE ternyata membawa peningkatan base money yang lebih besar dari jumlah QE itu sendiri. Bila total QE dari 2008 sampai dengan pertengahan tahun ini hanya US$ 1,200 Milyar ; US base money-nya ternyata bertambah sebesar US$ 1,782 atau mendekati 1.5 kalinya.

Kita lihat harga emas dalam periode yang sama tersebut melonjak dari US$ 899/Ozt ke US$ 1,600. Atau secara rata-rata setiap tambahan 1 Milyar Dollar base money, menaikkan harga emas dunia dalam Dollar sebesar sekitar US$ 0.65/Ozt.

Sekarang kita lihat kedepannya seperti apa kira-kira harga emas dunia dalam Dollar. QE III atau yang di pasar disebut QE-infinity, intinya merupakan rencana the Fed untuk mebanjiri ekonomi Amerika dengan tambahan US$ 40 Milyar/bulan tanpa batas yang ditentukan. Untuk sementara  ini batas itu diperkirakan 2015 saat mereka berharap ekonominya pulih.

Jadi dari sekarang sampai akhir 2014 akan ada 27 bulan kali US$ 40 milyar atau US$ 1,080 Milyar uang baru ditambahkan oleh the Fed ke ekonomi Amerika. Bila dampaknya ke base money sama dengan QE 1 dan QE 2, maka dari sekarang sampai akhir 2014 akan ada kenaikan Dollar base money sebesar 1.5 x US$ 1,080 Milyar atau US$ 1,620 Milyar.

Dari sini kita bisa hitung harga emas sampai akhir 2014 kira-kira akan bertambah 0.65 x US$ 1,620 atau bertambah sekitar  US$ 1,053/Ozt. Kalau sekarang harga emas di kisaran US$ 1,760/Ozt, maka akhir 2014 harga emas dunia akan berkisar di angka US$ 2,813/Ozt atau akan mengalami pertumbuhan mendekati 60% dari sekarang.

Namanya juga dugaan, tentu saya bisa saja keliru. Tetapi yang jelas palu the Fed sudah diketok, QE-Infinity sudah digelindingkan. Kita hanya tahu apa dampaknya QE ini terhadap harga emas - yang berarti juga daya beli uang kertas kita - dari apa yang sudah terjadi dengan dua QE sebelumnya. Maka apa salahnya kita belajar dari apa yang sudah terjadi ini, kemudian kita memproteksi diri dari dampak buruknya yang sudah terbukti selama ini. Wa Allahu A’lam

19 September 2012

Ingin Lebih Cerdas Dari Warren Buffett…?

Warren Buffett adalah orang terkaya no 3 di dunia (pernah no 1 tahun 2008), kekayaannya saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$ 47 Milyar atau sekitar 446 trilyun – lebih dari 1/3 dari APBN Indonesia tahun 2012. Bagi dunia investasi barat  dia dianggap ‘dewa’-nya investasi dan namanya menjadi judul sejumlah buku. Tetapi apakah Warren Buffett memang begitu hebat dalam investasi ini ?, ternyata tidak ! dengan diamnya emas saja dia kalah telak dalam lebih dari 5 tahun terakhir.

Grafik dibawah memberikan ilustrasi kenaikan nilai perusahaan investasinya Warren Buffett yaitu Berkshire Hathaway dibandingkan dengan kinerja kenaikan harga emas sejak tahun 2000 sampai sekarang (2012). Bisa kita lihat siapa yang lebih cerdas dalam menaikkan nilai ini.


Ilustrasi ini bukan untuk men-discourage Anda dari dunia investasi pasar modal dan sejenisnya. Tetapi untuk membuka mata lebar-lebar pada suatu kenyataan bahwa – orang sepintar Warren Buffett-pun ternyata tertipu dengan kenaikan nilai semu dari asset-nya. Dia mengira nilai assetnya tumbuh dengan baik, namun bila digunakan standar nilai emas – assetnya terus menerus turun nilainya selama lima tahun terakhir ini.

Lantas apa yang menjadi penyebabnya ?, penurunan nilai uang kertas US$ lima tahun terakhir ini begitu tingginya sehingga orang yang sudah bekerja begitu keras dan konon juga begitu cerdas sekaliber Warren Buffett-pun, akhirnya harus mengakui bahwa assetnya adalah masuk kategori wealth reducing asset – asset yang menurunkan tingkat kemakmuran pemiliknya – bila standar nilai emas yang digunakan.

Penurunan daya beli uang kertas yang begitu drastis antara lain dipicu oleh serangkain Quantitative Easing (QE) di Amerika, mulai dari QE 1, QE 2 dan QE –Infinity yang diumumkan pekan lalu. Warren Buffett nampaknya perlu kerja lebih keras dan lebih cerdas lagi untuk sekedar mampu mempertahankan kekayaannya yang sekarang – bila ingin mengejar standar nilai emas yang sama.

Lantas bagaimana kita bisa lebih pintar dari Warren Buffett dalam situasi seperti sekarang ini ?, kita punya contoh konglomerat yang lebih cerdas pada zamannya yaitu Abdurrahman bin Auf. Dengan apa dia membangun kekayaannya ?, dengan putaran barang dagangan – yaitu menggerakkan sektor riil dan mempertahankan nilai dengan emas dan perak.

Tercatat dalam sejarah, warisan Andurrahman bin Auf ketika meninggal dunia adalah 80,000 Dinar per-orang istrinya, padahal dia meninggal dengan empat orang istri dan memiliki anak. Artinya 80,000 Dinar tersebut hanyalah 1/32 dari warisan tunainya. Lebih dari itu semua, dia adalah salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

Apa yang dilakukan Abdurrahman bin Auf tetap relevan bila dilakukan hingga kini. Kemakmuran yang sesungguhnya itu dibangun dengan kerja keras di sektor riil dan perdagangan – kemudian mempertahankan nilainya-pun dalam bentuk benda riil seperti emas, perak , barang dagangan dlsb.

Lho tetapi kenyataannya toh Warren Buffett tetap jauh lebih kaya dari kita-kita saat ini ?, Itu betul.  Dia telah menggeluti dunia investasi yang dia lakukan sekarang sejak tahun 1962 atau 50 tahun lalu, ketika dia berusia 22 tahun. Di tahun-tahun ketika devaluasi nilai Dollar tidak significant, dia memang berhasil meningkatkan kekayaannya – tetapi ketika devaluasi itu begitu tinggi seperti lima tahun terakhir – hasil kerja keras orang seperti dia bisa tersapu habis oleh penurunan daya beli uang itu.

Anda bisa lebih kaya dari dia bila memiliki kesempatan untuk investasi lebih panjang dan mampu memproteksi nilai dari investasi Anda.

Apakah harga emas sekarang begitu tingginya sehingga kerja keras Warren Buffet-pun kalah telak dengannya ?, apakah bukan karena telah terjadi bubble di harga emas sehingga harga emas itu bisa anjlok kapan saja ?.

Harga emas memang pernah bubble dari tahun 1970-an sampai awal 80-an; ketika dunia beberapa tahun shock dengan kejutan presiden Nixon Agustus 1971 ketika dia melepas kaitan antara US$ dengan emas. Di pasar Modal, sering pula terjadi bubble seperti yang terjadi di NASDAQ 1990-2009. Salah satu gejala bubble itu adalah ketika harga naik begitu cepat, tanpa didukung oleh alasan yang bersifat fundamental – maka yang sebaliknya akan terjadi, kejatuhan yang cepat pula.

Bila kita plotkan bubble emas 1971-1982, NASDAQ tahun 1990-2009 dan harga emas 2001-2010, kita akan melihat bahwa kenaikan harga emas yang 10 tahun terakhir ini beda sekali dengan dua contoh peristiwa bubble tersebut. Kenaikan harga emas 10 tahun terakhir sebenarnya landai-landai saja, tidak ada penggelembungan yang mendadak. Penyebabnya-pun jelas terukur, yaitu uang kertas yang memang sengaja diturunkan nilainya secara terus menerus menuju infinity-low oleh para pemegang otorisasi uang kertas itu !



Maka jangan tertipu filosofi investasi ala Warren Buffett, Anda bisa lebih cerdas dari dia dengan menggunakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabatnya sebagai panutan dan contoh yang sempurna. Tidak mengapa kaya, asal tetap bisa masuk surga ! Amin.

Disclaimer

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.